Ekonomi dan Bisnis

Pengusaha Singapura Keluhkan Biaya Logistik Batam

Biaya logistik Batam ke Singapura yang tinggi, dikeluhkan sejumlah pengusaha Singapura yang tergabung di Africa South East Asia Chamber of Commerce da

Pengusaha Singapura Keluhkan Biaya Logistik Batam
Tribun Batam/Argianto
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATAM - Biaya logistik Batam ke Singapura yang tinggi, dikeluhkan sejumlah pengusaha Singapura yang tergabung di Africa South East Asia Chamber of Commerce dan Singapore Business Federation, saat berkunjung ke BP Batam, Jumat (19/5/2017) lalu.

Anggota 5/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami mengatakan, dari laporan yang didapatnya, tarif transportasi angkutan barang kapal dari Batam-Singapura sebaliknya, untuk satu kontainer lebih kurang 500 dolar AS

Bagi pengusaha Singapura, tarif itu dinilai terlalu tinggi, bahkan hampir dua kali lipat dari tarif rata-rata normal.

"Row material yang datang dari Korea, Jepang tak bisa masuk langsung ke Batam karena volumenya kecil. Jadi lewat Singapura dulu baru ke Batam," kata Gusmardi kepada wartawan, Jumat (18/5) di BP Batam.

Karena volume angkutan barang ke Batam yang kecil itupula, kata dia, jadi penyebab tarif transportasi angkutan barang dari Batam-Singapura lebih mahal.

Terlebih saat ini Pelabuhan Batu Ampar yang menjadi urat nadi perdagangan dan ekonomi di Batam, belum bisa dilalui kapal-kapal besar, semisal mother vassel atau lainnya.

"Semakin besar ukuran kapal pengangkut barang, maka makin rendah tarif angkutan barangnya," ujar dia.

Gusmardi lantas membandingkan jumlah kontainer yang bisa diangkut kapal dari Singapura dan Indonesia. Perbandingannya sangat signifikan.

"Di Singapura kapal yang angkut kontainer itu bisa sampai 30 ribu kontainer dalam satu kapal. Kita baru di Tanjung Priok yang muatannya besar. Itupun hanya 8.500 muatan kontainer satu kapal," kata Gusmardi.

Sementara di Pelabuhan Batu Ampar, paling tidak dalam satu kapal hanya bisa mengangkut 100 kontainer. Tak ayal lagi tarif angkutannya jadi lebih mahal.

Apa yang bisa dilakukan BP Batam? Gusmardi mengatakan, satu-satunya upaya yang bisa dilakukan pihaknya yakni memperbaiki pelabuhan Batu Ampar, baik dari segi infrastruktur, fasilitas, kedalaman laut dan lain sebagainya.

Dengan begitu, diharapkan tarif transportasi angkutan barang kapal yang semula 500 US dolar, bisa ditekan lebih rendah paling tidak 300 dolar AS.

"Kita improve pelabuhan supaya dalam, kita perbesar, sehingga kapal-kapal besar bisa lewat. Pada akhirnya tarif angkutan barang bisa turun," ujar dia.

Gusmardi mengatakan, saat ini kedalaman laut di Pelabuhan Batu Ampar terbilang dangkal. Rata-rata kedalamannya hanya sampai 10 meter.

"Kita juga lakukan perbaikan-perbaikan, kita akan tambah dengan giant crane. Fasilitas akan kita lengkapi. Selama ini kan kurang dapat perhatian," kata Gusmardi. (BATAM.TRIBUNNEWS.COM)

Editor: Ernawati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved