Bom Kampung Melayu
Eti Pingsan Dijemput Densus
Dikatakan Zaenal, polisi sempat menggeledah rumah Ahmad. Namun dia tidak tahu apakah polisi membawa barang bukti atau tidak.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANDUNG - Eti Nurhasanah (60) orangtua terduga pelaku bom bunuh diri Kampung Melayu Jakarta, Ahmad Sukri (32), menangis. Dia pun sempat pingsan saat hendak dibawa Intelkam dan Kapolsek Sindangkerta beserta Tim Densus 88 Mabes Polri dari kediamannya di Kampung Ciranji/Rawatampele RT 04/05, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (25/05) sekitar pukul 03.00 WIB.
Ketua RT 04 Zaenal Muttaqin mengatakan kedatangan sekitar 15 polisi itu untuk memastikan identitas Ahmad.
Sebelumnya mereka datang ke rumah Zaenal untuk meminta izin menjemput orangtua Ahmad. “Katanya mau menjemput bu Eti,” ujar Zaenal di lokasi.
Zaenal menerangkan Ahmad sebelumnya tinggal di lingkungannya. “Tapi sudah lama pindah rumah, sekitar lima bulan lalu. Kata pihak keluarga pindah ke Garut buat usaha. Jadi rumahnya sudah kosong hanya ada beberapa perabotan saja,” tutur ketua RT.
Polisi menjemput Eti juga untuk menunjukan tempat tinggal Ahmad di Garut. Menurut keterangan Eti, putranya bersama istri dan dua anak mereka selama tiga bulan terakhir tinggal di rumah kontrakan di Garut. Lokasinya berdekatan dengan rumah kontrakan adiknya, Iis (22).
“Katanya pindah usaha di Garut bekerja sebagai penjahit pakaian, namanya juga usaha. Dulu juga sering bolak-balik ke sini,” ujar Zaenal.
Dikatakan Zaenal, polisi sempat menggeledah rumah Ahmad. Namun dia tidak tahu apakah polisi membawa barang bukti atau tidak.
Lebih lanjut Zaenal menjelaskan Ahmad merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan Eti(60) dan Abdul Latif (almarhum). Ahmad sebelumnya tinggal berdekatan dengan rumah sang ibu dan neneknya. Rumahnya permanen berukuran sekitar 5x10 meter persegi.
Kini rumah itu tak berpenghuni. Hanya ada sejumlah perabot rumah tangga, seperti sofa di ruang tengah, kasur tanpa bed cover di bagian kamar depan, serta puluhan buku di kamar belakang serta perabot rumah tangga seperti kompor gas di dapur.
Jelang Kamis siang, anggota Polres Cimahi dibantu pihak Polsek Sindangkerta memasang garis polisi di rumah Ahmad.
Tetangganya, Ahmad Jamaludin (45), menuturkan terduga pelaku serangan bom dikenal baik dan santun. “Selama ini tidak ada yang aneh. Biasa saja,” katanya. (tribunjabar/kps/mud)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/banjarmasin-post-edisi-cetak_20170526_083315.jpg)