Madu Kelulut Dibudidayakan di Desa Ulin
Setelah keberhasilan pembudidayaan lebah kelulut Muhammad Ari di Desa Ulin, kini dibentuk kelompok Harapan Maju untuk membudidayakan lebah kelulut.
Penulis: Aprianto | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Lebah madu kelulut serius dibudidayakan di Desa Ulin Kecamatan Simpur Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
Setelah keberhasilan pembudidayaan lebah kelulut oleh Muhammad Ari di Desa Ulin, kini dibentuk kelompok Harapan Maju untuk membudidayakan lebah kelulut.
Perlahan namun pasti, pembudidayaan lebah kelulut mulai dilakukan dengan serius. Setelah M Ari warga Desa Ulin menjadi pelopor pembudiyaan lebah ini sejak 2014 lalu. Kini kelompok Harapan Maju di Desa Ulin mengembangkan lebah kelulut sejak akhir 2016 lalu.
Kelompok Harapan Maju di Desa Ulin sudah memilki 25 sarang lebah kelulut. Namun sampai saat ini, sarang lebahnya masih belum dipanen karena masih merintis dan masih tahap perkembangan.
Selain mereka, Sekretaris Camat Simpur, Nafarin secara pribadi juga membudidayakan lebah kelulut di rumahnya.
Nafarin menegaskan pihaknya sangat mendukung adanya pembudiyaan lebah madu kelulut.
"Saya pribadi memilik empat sarang lebah kelulut di rumah. Madunya untuk dikonsumsi sendiri khususnya untuk anak-anak. Madu kelulut baik untuk kesehatan," katanya, Jumat, (26/5).
Dia memelihara lebah kelulut karena berawal membeli madu namun selalu tidak mendapatkan madu yang benar-benar asli.
"Berawal dari membeli madu yang tidak asli, saya jadi ingin membudidayakan lebah kelulut. Madunya asli dari sarang lebah sendiri dan bisa dikonsumsi secara langsung," bebernya.
Khusus untuk pembudidayaan lebah kelulut di desa Ulin, pihaknya berencana akan mengembangkan menjadi agro wisata.
Para pengunjung nantinya bisa langsung melihat pembudiyaan lebah kelulut dan bisa secara langsung meminum madu dari sarang aslinya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/budidaya-lebah-kelulut-di-hss_20170526_133648.jpg)