Obat Hati

Sambut Ramadan dengan Gembira

Mereka yang bergembira dengan kedatangan bulan Ramadan dan kemudian mengisinya dengan aktivitas ibadah akan dilepaskan Allah dari sentuhan api neraka.

Penulis: Hari Widodo | Editor: Elpianur Achmad

Oleh: Pengasuh PP Hidayatullah Taman Hudaya Mtp, KHP Wardiansyah SH MH

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bulan Ramadan menemui kita kembali. Bulan penuh rahmat, bulan penuh ampunan, bulan dilepaskannya bagi orang yang berpuasa dari api neraka dan bulan yang di dalamnya terdapat malam lailatul qodar yakni malam di mana beribadah pada malam itu mendapat pahala ibadah seribu bulan atau 83 tahun 4 bulan.

Alangkah besarnya dan mulianya bulan suci Ramadan. Oleh sebab itu sudah selayaknya kita sambut kedatangan bulan suci Ramadan ini dengan penuh kegembiraan dan suka cita. Yakni mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental, agar dalam bulan Ramadan tahun ini kita akan dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan sempurna.

Mereka yang bergembira dengan kedatangan bulan suci Ramadan dan kemudian mengisinya dengan aktivitas ibadah akan dilepaskan Allah dari pada sentuhan api neraka. Sebagaimana Hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya, "Barangsiapa yang bergembira dengan masuknya bulan suci Ramadan maka Allah haramkan tubuhnya dari api neraka."

Bulan Ramadan dinamakan Syahrul Gufron (bulan keampunan dari dosa). Ramadan juga berfungsi untuk mencuci diri dari segala macam dosa yang pernah dilakukan. Orang yang berpuasa karena iman dan ingin mendapatkan rido Allah, maka akan diampuni dosa yang telah lalu. Sebagaimana dinyatakan Rasulullah dalam sabdanya, yang artinya, "Barangsiapa yang berpuasa karna iman dan mengharapkan rido Allah niscaya diampuni dosanya yang telah lalu (HR Bukhori dan Muslim).”

Bulan Ramadan juga dinamakan Syahrul Quran(bulan Alquran). Di bulan suci Ramadan inilah Allah SWT menurunkan kitab suci Alquran kepada Nabi Muhammad SAW yang merupakan sumber hukum Islam dan menjadi pedoman bagi ummat manusia.

Oleh sebab itulah di bulan suci Ramadan ini kita tingkatkan semangat dan gairah membaca Alquran, baik di rumah, di musala, di masjid dengan menyiarkan tadarus Aquranul karim, karena Rasulullah SAW pun di bulan suci Ramadan melaksanakan tadarus Alquran bersama malaikat Jibril AS.

Membaca Alquran merupakan ibadah paling utama dan secara langsung kita berkomunikasi dengan Allah SWT sebagaimana Sabda Rasulullah SAW yang artinya, "Barangsiapa yang ingin berkomunikasi dengan Allah maka hendaklah ia membaca Alquran." Seseorang yang selalu membaca Alquran ia akan mendapatkan ketenangan hati dan menjadi obat penawar bagi kegelisahan jiwa, dan kegalauan hidup di dunia ini.

Bulan Ramadan juga dinamakan juga dengan Syahrul Jihad ( bulan berperang). Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta berhubungan suami istri serta sesuatu yang membatalkan puasa di siang hari Ramadan sejak terbit pajar hingga tenggelam matahari. Dengan menahan diri dari sesuatu yang dibolehkan dalam agama Islam pada bulan suci Ramadan merupakan latihan untuk melawan keinginan hawa nafsu, karena melawan hawa nafsu itu merupakan jihad yang paling besar. Sebagaimana dinyatakan Nabi Muhammad SAW kepada para sahabatnya setelah selesai melaksanakan peperangan badar. Rasulullah bersabda, “Kita telah pulang dari peperangan kecil dan akan menghadapi peperangan besar.” Sahabat bertanya, “Apa peperangan besar itu ya Rasulullah?” Nabi menjawab, “Perang melawan hawa nafsu."

Perang melawan hawa nafsu merupakan perang yang sangat besar. Sebab berapa banyak manusia yang terjerumus ke dalam jurang dosa dan kenistaan. Seperti pembunuhan, korupsi, pungli, narkoba, penyalahgunaan wewenang dan tindak kriminal lainnya diakibatkan mereka memperturutkan hawa nafsunya. Mereka yang mampu mengendalikan keinginan dan hawa nafsunya di bulan suci Ramadan tentu akan berdampak positif setelah selesai melaksanakan puasa Ramadan .

Bulan Ramadhan dinamakan juga Syahrul Ibadah (bulan Ibadah ). Bulan berbuat baik, bulan simpati, Allah melimpahkan banyak karunia kepada hamba-hamba-Nya dengan dilipatgandakan pahala bagi siapa yang bisa memanfaatkannya dengan baik, sebagaimana Rasulullah bersabda yang artinya, “Setiap amalan anak Adam akan dilipatgandakan pahalanya, satu kebaikan akan berlipat menjadi 10 kebaikan sampai 700 kali lipat."

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa, sungguh dia bagianku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, karena (orang yang berpuasa) dia telah meninggalkan syahwatnya dan makannya karena Aku. Bagi orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan, gembira ketika berbuka puasa dan gembira ketika berjumpa Tuhannya dengan puasanya. Dan sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dari pada bau minyak kesturi (HR Bukhari dan Muslim).”

Marilah kita sambut kedatangan bulan suci Ramadan tahun 1438 Hijriah dengan penuh kegembiraan seraya mengisinya dengan berbagi kegiatan ibadah, baik puasa, salat tarawih, qiyamul lail, tadarrus Alquran, zikir, istigfar, sodakah dan amal saleh lainnya, agar selesai Ramadan kita menjadi orang yang muttaqin. Amin. (wid/*)

Baca di Harian Metro Banjar Edisi Jumat (26/5/2017)

Sumber: Metro Banjar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved