Proyek Kereta Api Kalsel

Jalur Kereta Api Kalsel Ditarget Tuntas 2019, Banjarmasin-Rantau Cuma Perlu 45 Menit

Hasilnya, jalur Banjarmasin-Tanjung Kabupaten Tabalong sepanjang 196 kilometer menjadi prioritas pertama. Jalur transportasi ini harus sudah selesai p

Tayang:
Editor: Elpianur Achmad
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Minggu (28/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Selatan terus dimatangkan pemerintah. Kementerian Perhubungan menggelar rapat bersama Pemprov Kalsel pada Senin (22/5/2017). Hasilnya, jalur Banjarmasin-Tanjung Kabupaten Tabalong sepanjang 196 kilometer menjadi prioritas pertama. Jalur transportasi ini harus sudah selesai pada 2019.

Pada tahun yang sama pula, jalur Banjarmasin-Palangkaraya Provinsi Kalimantan Tengah sejauh 194 kilometer juga harus rampung.

Kasi Pemanduan Moda dan Pengembangan Dinas Perhubungan Kalsel, Akhmad Husaini, menjelaskan proyek jalur kereta api Trans-Kalimantan dilaksanaan Dirjen Perkeretaapian.

“Jika melihat pemaparan, di Kalsel dibagi beberapa segmen,” terang Husaini.

Segmen pertama, jalur Tanjung-Paringin Kabupaten Balangan, Kandangan (Hulu Sungai Selatan dan Rantau (Tapin). Jalur ini sudah menjalani tahap analisa dampak lingkungan (amdal), detail engineering design (DED) dan studi kelayakan.

Sedang segmen dua yang meliputi Rantau-Martapura (Banjar)-Banjarbaru-Banjarmasin sudah dilakukan studi kelayakan. Sementara amdalnya belum.

Sedangkan untuk segmen tiga yakni Marabahan-Anjir Pasar-Wanaraya-Handil Bakti-Sungai Tabuk, amdal dalam pembahasan di kementerian.

“Untuk studi kelayakan, pembebasan lahan, pola kontruksi, itu semua kementerian. Dana untuk semua perkeretaapian di Trans-Kalimantan antara Rp 70 triliun dan Rp 79 triliun. Untuk Kalsel belum tahu,” kata Husaini.

Husaini juga mengaku belum mengetahui kisaran harga tanah yang akan dibebaskan. “Dishub dilibatkan di tim pendampingan dan monitoring,” kata dia.

Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, Riswandi, mengatakan proyek ini harus didukung. “Arus manusia dan barang akan lebih cepat dengan menggunakan kereta api. Selain itu menekan biaya.

Barang dan jasa akan lebih kompetitif. Itu sudah hukum pasar. Saya pikir siapapun akan setuju,” ujarnya.

Namun dia meragukan proyek tersebut akan selesai pada 2019. Ini juga terkait anggaran pemerintah. Apalagi sebagian lahan belum dibebaskan.

Pembangunan jalur kereta api Trans-Kalimantan yang melalui Rantau, mendapat respons positif warga Tapin. Satu di antaranya Kepala Dinas Perhubungan Tapin H Tahir.

Tahir mendampingi rombongan Kementerian Perhubungan meninjau beberapa titik rencana lintasan kereta api, beberapa bulan lalu. Salah satunya adalah Kompleks Pasar Baru Keraton.

Tahir, saat ditemui pada Selasa (23/5), mengatakan di kompleks tersebut akan didirikan stasiun.

Rel kereta api juga melintasi Sungai Tapin yang lebarnya sekitar 20 meter. Secara keseluruhan, rel diperkirakan melintasi lima kecamatan di Tapin yaitu Tapin Utara, Lokpaikat, Bungur, Tapin Selatan dan Binuang. Sebagian besar melintasi persawahan dan perkebunan.

“Kecepatan kereta api diperkirakan sekitar 160 kilometer per jam. Jadi dari Banjarmasin ke Tapin hanya 45 menit. Selama ini naik mobil diperlukan waktu 2,5 jam,” kata Tahir.

Sedangkan masalah pembebasan lahan, menurut Tahir, itu kewenangan pemerintah pusat. “Kita tunggu saja perkembangannya,” katanya.

Rencana pembangunan jalur kereta api yang melintasi Kabupaten Tabalong sudah bergulir beberapa tahun lalu. Rencana ada dua jalur yang dibuat yakni Tanjung-Banjarmasin dan Tanjung-Kaltim.

Ekpose rencana pembangunan pun sudah dilakukan PT Transmikons Barahmanakurda ke jajaran Pemkab Tabalong pada Oktober 2015.

Melihat perkembangan saat ini, Kepala Bappeda Tabalong, H Erwan, memperkirakan pada 2022 baru memasuki tahap prakontruksi.

Mengenai pembebasan lahan, Erwan mengatakan belum ada mendapat informasi dari pemerintah pusat. Pihaknya bahkan mengajukan untuk pergeseran lintasan. Ini terkait adanya jalur Tanjung-Kaltim. “Kami usulkan ke Dishub Kalsel ada pergeseran sedikit yang di Tanjung Puri karena Tabalong akan membangun Kebun Raya Tanjung Puri,” katanya.

Selain itu, pihaknya meminta Dishub Kalsel menyampaikan ke Kementerian Perhubungan agar berkordinasi dengan PT Adaro terkait kawasan PKP2B Adaro. Begitu juga dengan PT Pertamina terkait jalur pipa minyak dan Dishub Tabalong terkait kawasan keselamatan operasional bandara karena jalur ada yang melewati dekat Bandara Warukin. (lis/him/dny)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi MInggu (28/5/2017)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved