Proyek Kereta Api Kalsel

Trans-Kalimantan Selesai 2030, Pertama Untuk Logistik, Baru Angkutan Manusia

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya mimpi membangun jalur rel ke­reta api (KA) se­panjang 2.428 ki­lo­meter di Kalimantan.

Trans-Kalimantan Selesai 2030, Pertama Untuk Logistik, Baru Angkutan Manusia
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Minggu (28/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya mimpi membangun jalur rel ke­reta api (KA) se­panjang 2.428 ki­lo­meter di Kalimantan. Jalur ini menghubung­kan Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Dari data Ditjen Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pembangunan rel dilakukan dalam beberapa tahapan.

Jalur kereta api yang sudah memungkinkan untuk dimulai tahapan konstruksinya sampai dengan 2019, yakni ruas Samarinda-Balikpapan sejauh 89 kilometer dengan target pengadaan lahan pada 2016-2017 serta masa konstruksi 2017-2018. Untuk Balikpapan-Tanjung sejauh 234 kilometer dengan pengadaan lahan pada 2017-2019 serta konstruksi pada 2018-2019.

Jalur lainnya yang memungkinkan siap konstruksi sebelum 2019 yakni Tanjung-Banjarmasin dengan panjang lintasan 196 kilometer. Dengan rincian pengadaan lahan dilakukan pada 2016-2018 dan masa konstruksi pada 2018-2019.

Kemudian lintasan Banjarmasin-Palangkaraya sejauh 194 kilometer dengan masa pengadaan lahan 2017-2018 dan bisa dilakukan konstruksi pada 2018-2019.

Sementara untuk jalur rel kereta lainnya masih dalam tahapan amdal yakni Palangkaraya-Sanggau sejauh 587 kilometer, Sanggau-Pontianak 143 kilometer, dan Pontianak-batas negara sejauh 268 kilometer. Rute batas negara (Kalimantan Utara)-Tanjung Redep sejauh 279 kilometer, Tanjung Redep-Lubuktutung sejauh 293 kilometer.

Dari Rencana Strategis Pembangunan Jaringan Kereta Api 2015-2019 Ditjen Perkeretaapian Kemenhub, pembangunan jalur kereta api di Borneo baru akan selesai seluruhnya pada 2030.

Wakil Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mengungkapkan pembangunan kereta api di Kalimantan dinilai sudah sangat tepat meski pulau terluas di Indonesia tersebut belum memiliki kepadatan penduduk yang tinggi sebagaimana di Jawa.

“Kereta itu dibangun untuk logistik, itu yang pertama, baru untuk angkutan manusia. Kalau jalur ini ada penumpangnya atau tidak berpikirnya, sampai berapa tahun pun enggak akan terbangun jalur kereta api. Konsep kereta api itu jangka panjang,” ujar Djoko kepada detikFinance, Jumat (19/5).

“Belanda dulu bangun kereta di Jawa apa berpikir ramai penumpang atau tidak. Di Jawa saat itu belum banyak penduduk. Kereta ini sangat efisien untuk angkutan barang jarak jauh,” tambahnya.

Menurut Djoko, kereta punya banyak sekali kelebihan dibandingkan angkutan kendaraan bermotor. Selain lebih hemat dari sisi BBM dan daya angkut lebih besar, jalur kereta juga tak membutuhkan perawatan sebesar jalan raya.

“Kalimantan cocok untuk angkutan barang, baik perkebunan atau juga hasil tambang. Tanpa kereta, daerah semakin lama berkembang juga nanti semakin macet,” ujar Djoko.

Selain soal efisiensi dalam logistik, sambungnya, pembangunan jalur kereta api di luar Jawa seperti di Kalimantan juga bersifat politis, dalam hal ini untuk memeratakan pembangunan. Jalur-jalur yang dilewati kereta api, tentunya bisa jadi pusat-pusat ekonomi baru. (dtc/knt)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved