Kriminalitas Banjarmasin

BNNP Kalsel Juga Mewaspadai Narkoba Jenis Baru, Flakka

Apakah obat ini bisa masuk ke Kalsel? Marsauli mengatakan bisa saja obat ini masuk ke Kalsel.

BNNP Kalsel Juga Mewaspadai Narkoba Jenis Baru, Flakka
Youtube
Pengguna narkoba bernama Flakka yang mengubah penggunanya menjadi seperti Zombie. 

BANJARMASIN.CO.ID, BANJARMASIN - Adanya narkoba jenis baru bernama flakka atau alpha-Pyrrolidinopentiophenone yang efeknya sangat mengerikan dan kabarnya bisa membuat pemakai seperti zombie tampaknya harus diwaspadai.

Tak terkecuali oleh warga Kalimantan Selatan, pasalnya tak menutup kemungkinan obat terlarang yang saat ini menjadi perhatian BNN Pusat ini juga masuk ke Indonesia bahkan ke Kalimantan.

Kepala BNNP Kalsel, Brigjen Marsauli Siregar mengungkapkan, saat ini flakka masih dalam penelitian BNN Pusat.

Apakah obat ini bisa masuk ke Kalsel? Marsauli mengatakan bisa saja obat ini masuk ke Kalsel.

"Bisa saja masuk ke Kalsel saat ini masih diteliti oleh pusat, pak Buwas (Budi Waseso) juga telah memberi statement tentang bahaya Flakka ini," paparnya.

Menurutnya bisa saja dugaan flakka ini masuk ke Indonesia dan juga Kalsel karena peredaran obat-obatan cukup cepat namun pihaknya tetap melakukan deteksi dini dengan saling bekerja sama dan bahu membahu dengan masyarakat dan element lainnya.

Marsauli mengimbau masyarakat jika ada hal-hal mencurigakan seperti ada peredaran obat dengan efek tertentu untuk tak segan untuk melaporkan dan membeikan informasi ke BNNP Kalsel dan aparat lainnya.

Ini guna mencegah obat terlarang tersebut masuk ke Kalsel.

Pada kesempatan ini jendral bintang satu ini pun berharap masyarakat jangan pernah mencoba narkoba dan obat terlarang lainnya apalagi flakka.

"Jangan pernah mencoba efeknya gila bener itu, sangat berbahaya," papar Marsauli dengan tegas.

Sekedar diketahui, ganja campuran yang dikenal bernama Flakka saat ini mendapat perhatian dari BNN Pusat. Apalagi efek pemakainta dikabarnya seperti zombi.

Buwas pun mengatakan pihaknya tengah meneliti apakah flakka ini telah masuk Indonesia.

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved