Kalsel Incar Anugerah API 2017

Punya Potensi Wisata Tapi Pengelolaannya Tak Optimal

Mahyuni optimistis kunjungan wisatawan meningkat. Ini melihat data jumlah kunjungan wisatawan dan lama tinggal yang meningkat tiap tahunnya.

Editor: Elpianur Achmad
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Jumat (2/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kalsel, Mahyuni, menjelaskan pihaknya berharap tiga ikon daerah  meraih gelar Anugerah Pesona Indonesia (API) 2017 agar menjadi magnet bagi wisatawan Nusantara dan mancanegara.

Mahyuni optimistis kunjungan wisatawan meningkat. Ini melihat data jumlah kunjungan wisatawan dan lama tinggal yang meningkat tiap tahunnya. “Namun kami akan coba update, soalnya data yang ada data lama,” ujarnya.

Kalsel sebenarnya memiliki banyak objek wisata yang potensial. Namun, pengelolaannya masih kurang bagus. Seperti Pasar Terapung Muara Kuin, Kota Banjarmasin. Beberapa tahun lalu sangat terkenal, sekarang meredup seiring berkurangnya pedagang.

Demikian pula dengan Pulau Samber Gelap di Kotabaru. Animo kunjungan wisatawan ke Pulau Samber Gelap, beberapa tahun sempat booming. Bahkan, sempat jadi objek wisata andalan Kotabaru dan Kalsel. Tahun lalu sempat diikutkan ajang Anugerah Pesona Indonesia (API).

Sayang, sejak setahun terakhir tidak bisa lagi dijadikan tempat tujuan wisata karena diklaim milik seorang pengusaha terkenal Kalsel. Hanya segelintir orang tertentu yang bisa `menginjakkan` kaki di kawasan konservasi penyu tersebut. Di pulau itu juga terdapat villa ditambah beberapa fasilitas mewah.

Sejak itu, pengunjung masyarakat umum tidak bisa leluasa lagi, kecuali hanya bersantai di Pulau Sawa, salah satu pulau yang selama ini ditempati petugas Navigasi Banjarmasin.

Selain itu, pemerintah daerah tidak serius mengurusinya.

Khairian Anshari, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotabaru mengakui, sejak destinasi itu ramai dikunjungi wisatawan hingga sekarang tidak ada fasilitas yang dibangun pemerintah daerah.

Menurut dia, pengunjung hanya bisa berkunjung dan menginap di Pulau Sawa. “Kalau untuk destinasi wisata bawah lautnya tidak masalah,” katanya. (lis/sah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved