Berita Banjarbaru

Menabrak Lubang, Tubuh Guru Agama SMPN 6 Sungai Ulin Banjarbaru Terpental 12 Meter

Puluhan orang memandang dengan duka kepada jenazah guru agama SMPN 6 Sungai Ulin Banjarbaru, H M Nurdin SPd, yang terbaring kaku di tempat tersebut.

Menabrak Lubang, Tubuh Guru Agama SMPN 6 Sungai Ulin Banjarbaru Terpental 12 Meter
Halaman 1 Metro Banjar Edisi Selasa (6/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Suasana duka menyelimuti ruangan Pemulasaraan RSUD Idaman Banjarbaru, Minggu (4/6) malam. Puluhan orang memandang dengan duka kepada jenazah guru agama SMPN 6 Sungai Ulin Banjarbaru, H M Nurdin SPd, yang terbaring kaku di tempat tersebut.

Salah seorang yang berduka itu adalah Aulia. “Almarhum sangat sehat. Bahkan, sebelum mendapat kabar duka, kami berbuka puasa bareng di rumah,” ujar menantu Nurdin ini, saat berbincang dengan petugas kamar Pemulasaraan RSUD Idaman Banjarbaru.

Masih segar dalam ingatan Aulia, saat bukan puasa itu mertuanya sempat menggendong anaknya. “Beliau sempat menggendong anak saya. Entah kenapa, saat menggendong, anak saya selalu menangis. Mungkin tangisan suatu isyarat bahwa beliau akan meninggalkan kami selama-lamanya," ujar salah seorang anggota Inafis Polres Banjarbaru ini.

Hal lain yang membuat Aulia sedih, biasanya dia mengangkat dan mengevakuasi mayat korban tindak kriminal di Satuan Reskrim Polres Banjarbaru. Tapi kali ini dirinyalah harus menerima kenyataan pahit, mertuanya, Nurdin, yang mengalami kecelakaan lalu lintas.

Tidak seorang pun yang melihat atau mengetahui secara pasti penyebab Nurdin meninggal dunia di kawasan Jalan A Yani Km 30 Kelurahan Guntung Payung, Kecamatan Landasan Ulin atau tepatnya di depan Stikes Husada Borneo Banjarbaru, tersebut. Warga dan pengendara kendaraan bermotor mendapati korban tergeletak dan sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Jenazah Nurdin dievakuasi tim relawan gabungan EBR, BPK Landu, TRC 333 Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar ke RSUD Idaman Banjarbaru.

"Kami mendapati korban sudah meninggal dunia di tempat kejadian. Posisi telentang dan bagian wajah ditutup warga pakai koran," kata Rony, anggota TRC 333 Kota Banjarbaru.

Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak Satlantas Polres Banjar. “Dugaan sementara, korban mengalami kecelakaan tunggal. Korban terjatuh setelah menabrak sebuah lubang,” kata Kasatlantas Polres Banjarbaru, AKP Novy Adi Wibowo melalui Kanit Laka Lantasnya, Ipda Yuwono.

Yuwono menjelaskan korban terpental sejauh 12 meter. Akibatnya korban mengalami luka parah pada bagian kepala, setelah mengalami benturan yang cukup keras.

"Dengan kejadian ini kita harapkan pemerintah bisa bertanggung jawab secara moral atas kondisi ruas jalan yang berlubang tersebut. Mudahan jalan tersebut secepatnya diperbaiki,” ujarnya. (gha)

Baca Beritanya di Metro Banjar Edisi Selasa (6/6/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved