Berita Balangan

Kematian Ikan Mas di Lampihong Ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa, Peternak Menunggu Bantuan

Kejadian kematian ikan mas secara massal di wilayah Kecamatan Lampihong pada 8 Februari 2017 sampai 8 Maret 2017 akhirnya ditetapkan

Kematian Ikan Mas di Lampihong Ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa, Peternak Menunggu Bantuan
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Tim dari Balai Karantina mengambil sampel air di lokasi matinya ribuan ekor ikan mas di Lampihong, Balangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kejadian kematian ikan mas secara massal di wilayah Kecamatan Lampihong pada 8 Februari 2017 sampai 8 Maret 2017 akhirnya ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Status ini baru saja diturunkan oleh Bupati Balangan melalui surat keputusannya dengan nomor 188.45/320/kum tahun 2017.

Dengan surat putusan ini pula lah pihak Dinas Perikanan berupaya agar para peternak ikan yang kemarin mengalami kejadian ini bisa mendapatkan bantuan.

Kepala Dinas Perikanan Balangan Fahruraji mengatakan secara instansi pihaknya tidak bisa memberikan bantuan karena sebelumnya para peternak ikan keramba sudah mendapatkan bantuan dana hibah dari Dinas Perikanan.

"Sesuai aturan bantuan dana hibah diberikan dua tahun sekali, nah saat ini bantuan yang sebelumnya diberikan belum berjalan dua tahun," jelasnya.

Oleh karena itu saat ini sedang diupayakan bantuan melalui pos anggaran kedaruratan di Pemkab Balangan, dengan sudah turunnya surat putusan ini semoga ada pos anggaran yang bisa diberikan untuk bantuan.

Menurutnya pihaknya juga akan berkoordinasi serta berkonsultasi dengan BPBD Balangan bagaimana langkah selanjutnya.

"Kami belum bisa menentukan kapan bantuan sudah ada, saat masih proses walaupun surat putusan sudah keluar," ujarnya.

Berdasarkan data secara keseluruhan kematian massal ikan mas di Lampihong terjadi di 10 desa, dengan jumlah keramba 1.099 buah, total ikan mas 96.240 ton, serta jumlah orangnya ada 136 orang.

Ketua Kelompok Peternak Ikan se Kabupaten Balangan, Wandi mengaku pasrah soal ada atau tidaknya bantuan nanti dari pemerintah, pasalnya hingga kini belum ada kejelasan soal bantuan.

"Anggota sering menanyakan ke saya, jadi sangat mengharapkan adanya bantuan tersebut," ujarnya.

Menurutnya meski dirinya tak diberikan bantuan sekalipun, asalkan anggota lebih memerlukan untuk diberi bantuan, untuk itu pemerintah harus memperhatikan peternak ikan ini.

Apalagi dikatakannya peternak ikan di Balangan ini pernah mendapatkan juara II sebagai pelaku utama memelihara ikan pada tahun 2016 kemarin.

"Sudah seharusnya diperhatikan jika ada permasalahan, seperti yang terjadi kemarin, ya intinya pasrah aja, kalau ada bantuan alhamdulillah, kalau tidak ada ya tak bisa dipaksakan yang penting peternak tetap jalan," pungkasnya.

Penulis: Elhami
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved