Ekonomi dan Bisnis

Redam Gejolak, Sri Mulyani Naikan Batas Minimal Rekening Wajib Lapor Jadi Rp 1 Miliar

Kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan untuk menaikan batas minimal pelaporan rekening dari semula Rp 200 juta menjadi Rp 1 miliar.

Redam Gejolak, Sri Mulyani Naikan Batas Minimal Rekening Wajib Lapor Jadi Rp 1 Miliar
kontan
Sri Mulyani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai, keputusan pemerintah merevisi batas minimum pelaporan saldo rekening sudah tepat.

Kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan untuk menaikan batas minimal pelaporan rekening dari semula Rp 200 juta menjadi Rp 1 miliar.

"Menurut saya sudah tepat (untuk) meredam gejolak," ujarnya melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Sejak Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2017 tentang Akses Informasi Keuangan diterbitkan, sorotan memang mengarah ke pemerintah. Sebab batas minimal saldo rekening yang wajib dilaporkan bank ke Ditjen Pajak hanya Rp 200 juta.

Yustinus menilai batas minimal Rp 200 juta memberikan kesan kebijakan itu menyasar pajak masyarakat kelas menengah dan para oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Meskipun pemerintah menegaskan bahwa aturan pelaporan saldo rekening bukan berarti uang simpanan masyarakat akan dikenai pajak, gejolak sudah terjadi dimasyarakat.

Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) misalnya, menyatakan keberatan keras dengan batas minimal pelaporan rekening Rp 200 juta. Kebijakan itu dinilai tidak pro UMKM.

Sebelum batas minimum pelaporan saldo rekening di revisi, Yustinus sendiri sudah menyarankan agar pemerintah fokus kepada nasabah besar dengan nominal saldo rekening Rp 1 miliar.

Batasan minimal pelaporan saldo rekening Rp 1 miliar dinilai lebih tepat dan tidak terkesan menyasar masyarakat kelas menengah dan para pelaku UMKM. (KOMPAS.com)

Berita ini dipublikasikan di Kompas.com dengan judul: Batas Minimal Rekening Wajib Lapor Jadi Rp 1 Miliar, Apa Dampaknya?

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved