Berita HSS

Sosialisasi Kamtibmas Polsek via Pesawat, Ipda Samsi Terbangkan Spanduk Imbauan

Dengan menggunakan pesawat kontrol, sang kapolsek, Ipda Samsi, berusaha menarik dan mengumpulkan warga. Samsi memang memiliki keahlian aeromodelling.

Sosialisasi Kamtibmas Polsek via Pesawat, Ipda Samsi Terbangkan Spanduk Imbauan
Halaman 2 Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Sabtu (10/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Sosialisasi program kegiatan kepolisian bisa dilakukan dengan beragam cara. Polsek Sungai Raya Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memiliki cara yang unik untuk menarik perhatian warga. Apa itu?

Aeromodelling. Dengan menggunakan pesawat kontrol, sang kapolsek, Ipda Samsi, berusaha menarik dan mengumpulkan warga. Itu karena Samsi memang memiliki keahlian menerbangkan pesawat aeromodelling.

Itu dipelajarinya sejak 2003. Di sela-sela lepas dinas dan menyelesaikan tugas sebagai kapolsek, Samsi bersama anggota komunitas aeromodelling Kandangan berkumpul di lapangan dekat bundaran Hamalau Kecamatan Sungai Raya. Biasanya mereka melakukan latihan bersama sore.

“Bagi saya menerbangkan pesawat kontrol bukan sekadar hobi. Ada tantangan tersendiri dan bisa membuat otak rileks,” ujarnya, Jumat (9/6).

Di sela-sela menyalurkan hobinya tersebut, Samsi melakukan sosialisasi berbagai hal mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Hal tersebut disampaikannya kepada masyarakat yang berkumpul menyaksikan atraksi pesawat kontrol.

Bahkan, pesawat aeromodelling Samsi pernah menerbangkan spanduk imbauan mengenai kamtibmas. Melalui pesawatnya pula, dia kerap membagikan selebaran kepada masyarakat. Bisa pula selebaran dibagikan langsung oleh Samsi dan jajaran Polsek Sungai Raya.

Saat pesawat kontrol mulai diterbangkan, biasanya mengundang rasa panasaran warga. Mereka datang menyaksikan anggota komunitas aeromodelling Kandangan menerbangkan pesawatnya.

Saat masyarakat berkumpul itulah, Samsi melakukan sosialisasi mengenai kamtibmas termasuk upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Kami juga bisa menghibur masyarakat dan berkomunikasi secara langsung dengan warga yang sedang menonton,” ujarnya.

Untuk latihan, Samsi dan rekan-rekan biasa rutin dua kali dalam sepekan. Untuk hariannya menyesuaikan waktu.

Dijelaskan Samsi, untuk bisa memiliki pesawat kontrol rakitan plus remotnya perlu dana sekitar Rp 1,5 juta. Jika ingin lebih bagus lagi harus mengeluarkan uang bahkan hingga belasan juta rupiah.

Bahan bakarnya ada yang pakai pertamax, ada pula yang menggunakan netro.

Menurut Samsi, banyak suka dukanya saat menerbangkan pesawat kontrol. “Sukanya bisa menyalurkan hobi dan bersosialisasi. Dukanya jika pesawat rusak atau terjatuh,” ujarnya seraya mengotak-atik pesawatnya di kantor. (ryn)

Baca Lebih Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Sabtu (10/6/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved