Subaidah Tewas Dibunuh Suami pada Hari Ulang Tahunnya

Beberapa waktu terakhir, ia dan suami sedang ikut orang berjualan sate Madura di kawasan Sepinggan.

Subaidah Tewas Dibunuh Suami pada Hari Ulang Tahunnya
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Jasad Subaidah saat dibawa petugas ke RSKD Balikpapan untuk diotopsi, Sabtu (10/6/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN - Seharusnya, tanggal 10 Juni menjadi hari bahagia Subaidah (23). Maklum, hari itu merupakan ulang tahunnya.

Namun, nahas, hari ulang tahun itu menjadi menjadi hari terakhir dimana ia melihat dunia.

Subaidah tewas dibunuh suaminya sendiri tepat di umurnya yang ke 23. Kepergian Subaidah yang tiba-tiba menyisakan kepiluan bagi anggota keluarganya.

Kakak sepupu korban, Mubin mengaku tak percaya Novi Dwi Kusuma (28) yang tak lain merupakan suami korban tega menghabisi nyawa istrinya sendiri.

Mubin mendapat kabar tewasnya sepupunya dari ayah korban. Saat itu jenazah sudah dilarikan ke Mortuari Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatwibowo.

"Habis dikabari paman, saya langsung ke rumah sakit, saya diminta nungguin jenazah," tuturnya.

Mubin beserta anak dan istrinya, menunggu tim medis melakukan otopsi. Ia mengatakan Subaidah dikenal sebagai orang yang mudah bergaul.

Beberapa waktu terakhir, ia dan suami sedang ikut orang berjualan sate Madura di kawasan Sepinggan.

Menurut Mubin, sehari sebelum Zubaidah meregang nyawa, ia dan suaminya habis bekerja dan diantar pulang lebih dulu.

Berbeda dengan Subaidah yang supel, suaminya Novi dikenal sebagai pendiam.
Memang beberapa hari belakangan, tetangga dan orangtua yang tinggalnya tak jauh dari rumah korban kerap mendengar korban cekcok dengan pelaku.

Halaman
123
Editor: Murhan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved