Breaking News:

Tribun Smart

Yenny Frida Luntungan Menyatu dengan Tari Banjar

Ada kebanggaan tersendiri saat dia bisa memperkenalkan budaya Banua ke 125 negara undangan. Selain itu, Yenny juga bisa mempelajari budaya luar.

Editor: Elpianur Achmad
Halaman 13 Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Minggu (11/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perempuan Multitalenta 2014, itulah gelar disandang Yenny Frida Luntungan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Pemberian gelar tidak sembarangan, sebab Yenny memang memiliki banyak bakat dan kemampuan.

Kini, dia juga bergabung dengan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Banjarmasin sebagai sekretaris.

Selain terkenal sebagai penari hingga bisa ke luar negeri, Yenny juga seorang atlet sejak kecil. Olahraga dikuasainya dari atlet lari, lempar lembing, loncat jauh, voli, basket, pencak silat, karate hingga kungfu.

"Saat SMP saya dipercaya menjadi ketua bidang olahraga dan seni. Semua jenis olahraga saya geluti dan meraih prestasi,” kata Yenny.

Dia meraih juara lari 100 meter, menyabet juara voli, yang selalu digelar event HUT TNI dan panglima. Kemudian, lari lempar lembing, loncat jauh, ikut Porseni tingkat provinsi cabang atletik lalu gabung klub voli Vini Vidi Vici, ikut klub basket, pencak silat, karate dan kungfu.

Sejak sekolah dasar, perempuan kelahiran Banjarmasin, 3 Februari 1971 ini awalnya suka berorganisasi terutama pramuka. Sebagai anak kolong tentara, dia hidup di perumahan TNI yang semua kegiatannya di fasilitas di Asrama Trisakti Amdan Banjarmasin. "Lalu saya senang ikut paskibraka, PMR, pokoknya selalu dilibatkan guru," ujar dia.

Namun dari semua bakat yang ada, prestasi Yenny yang paling mencolok adalah menari tradisional. Bersama Sanggar Tari Kambang Barenteng, Yenny pernah diajak tampil di acara tari internasional di Sevilla, Spanyol tahun 1992.

Yenny dan kawan-kawan terpilih setelah lolos seleksi bersama 11 penari tradisional lainnya di Indonesia. Yenny hadir sebagai bintang tamu acara Menristek BJ Habibie yang memperkenalkan kepada 125 negara pesawat proyek BPPT dengan menampilkan kesenian Tanah Air, termasuk tari Banua.

"Selama dua minggu di Spanyol, saya dan grup diminta membawakan 20 jenis tarian khas Banua seperti Radap Rahayu, Japin Singgap Sasudu, Baksa Kambang, Hadrah, mulai pagi hingga sore," kenang perempuan berusia 46 tahun ini.

Ada kebanggaan tersendiri saat dia bisa memperkenalkan budaya Banua ke 125 negara undangan. Selain itu, Yenny juga bisa mempelajari budaya luar.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved