Berita HST

Pemkab HST Integrasikan 11.301 Pasien Jamkesda ke BPJS Kesehatan

Penandatangan Perjanjian Kerjasama Integrasi Jamkesda antara BPJS Kesehatan dengan Cabang Barabai dengan Pemkab HST dilaksankan, Senin (12/6/2017).

Pemkab HST Integrasikan 11.301 Pasien Jamkesda ke BPJS Kesehatan
banjarmasinpost.co.id/hanani
Penyerahan secara simbolis kartu BPJS Kesehatan untuk para Kaum (petugas kebersihan) Masjid, serta para ulama dan habaib di Pemkab HST, Barabai, Senin (12/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABA I- Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah akhirnya mengintegrasikan warga tak mampu HST peserta Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) ke BPJS Kesehatan, menyusul disahkannya pencabutan perda tentang Jamkesda 31 Mei 2017 lalu. Penandatangan Perjanjian Kerjasama Integrasi Jamkesda antara  BPJS Kesehatan dengan Cabang Barabai dengan Pemkab HST dilaksankan, Senin (12/6/2017).

Serimonial penandatanganan di halaman Kantor Bupati HST usai apel pagi tersebut, dilakukan Plh BPJS Cabang Barabai dr Evi Retno Nurliani dengan Bupati HST H Abdul latif,  disaksikan kepala Devisi Regional VIII BPJS Kesehatan NI MAS Ratna Sridewi dan Kepala Departemen  Pemasaran Unit Pengendalian Mutu dan Pelayanan Pengaduan Peserta Agus Ramlan Hidayat. Juga disaksikan para PNS peserta apel pagi.

Usai penandatanganan perjanjian, dilakukan penyerahan secara simbolis kartu BPJS Kesehatan untuk para Kaum (petugas kebersihan) Masjid, serta para ulama dan habaib. Bupati HST H Abdul Latif, menjelaskan, ada 11.301 warga yang kepesertaannya sebagai pemegang kartu Jamkesda diintegrasikan ke BPJS Kesehatan yang dijamin Pemkab HST

Bupati pun mengimbau agar Ketua RT atau Kades, jika ada warga tak mampu yang masih belum terdata, agar segera melaporkannya ke dinas terkait, yaitu Dinas Sosial untuk diproses. ‘Kami ingin agar kebijakan pemkab dlam rangka memberikan pelayanan kesehatan benar-benar menyasar warga tak mampu,”kata Latif.

 Latif pun meminta seluruh SKPD atau antar instansi pemerintahan dapat menjalain kerjasama yang baik, agar bisa memberikan pelayanan yang baik pula untuk masyarakat. “Kepada BPJS, agar segera merealisasikan kantu indonesia sehat untuk warga HST,” kata Latif.  

  Sementara itu, kepala Devisi Regional VIII BPJS Kesehatan NI MAS Ratna Sridewi ditemui usai penandatangan kerjasama dengan Pemkab HST tersebut menjelaskan, untuk kartu BPJS program nasional, kartu sudah didistribusikan sejak 2014 lalu ke peserta yang terdata berdasarkan data warga miskin di HST.

“Untuk 11.301 kartu BPJS kerjasama dengan Pemkab HST, dicetak bulan ini juga, setelah datanya valid,”kata Ratna Sridewi. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved