Terungkap, Penyebab Red Notice Terhadap Rizieq Shihab Ditolak Interpol

- Polisi dipastikan gagal memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia dari Arab Saudi melalui mekanisme Interpol

tribunnews.com
Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab dan Firza Husein. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Polisi dipastikan gagal memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia dari Arab Saudi melalui mekanisme Interpol setelah pengajuan Red Notice Polri ke Interpol ditolak.

Ini karena kasus tuduhan tindak pornografi yang disangkakan pada Rizieq Shihab oleh polisi tidak masuk kategori kasus yang bisa dimintakan red notice ke Interpol.

Dengan kata lain, bukan termasuk dalam daftar kejahatan yang dapat diekstradisikan.

Red Notice adalah permintaan penangkapan terhadap seseorang yang ditetapkan sebagai buron atas suatu tindak kejahatan.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan, menjelaskan penyidik Polda Metro Jaya telah melakukan gelar perkara dengan Divisi Internasional Mabes Polri.

Hasilnya, untuk perkara pimpinan Front Pembela Islam, tak termasuk kategori red notice.

"Setelah gelar perkara yang ditujukan kepada HRS (Habib Rizieq Shihab), itu tidak masuk dalam kategori red notice," ungkap Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Rabu (14/6/2017).

Iriawan menuturkan, bukan berarti pengajuan red notice oleh Polda Metro Jaya ditolak.

Hanya, memang tidak bisa diajukan karena tidak masuk kejahatan luar biasa.

Undang-undang Nomor 1 tahun 1979 memuat 32 jenis tindak kejahatan yang bisa masuk dalam kategori red notice, sehingga tersangka bisa ditangkap interpol dan diektradisi. Apa saja?

Halaman
123
Editor: Ernawati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved