Kalsel Darurat Dokter bedah

NEWS ANALYSIS, Pengamat Kesehatan Rosihan Adhani: Beri Insentif

Setiap rumah sakit di segala tipe wajib memiliki dokter spesialis sesuai kriterianya. Tipe C, misalnya, harus memiliki minimal dua dokter spesialis.

Editor: Elpianur Achmad
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Sabtu (17/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setiap rumah sakit di segala tipe wajib memiliki dokter spesialis sesuai kriterianya. Tipe C, misalnya, harus memiliki minimal dua dokter spesialis, sedangkan tipe B wajib memiliki empat dokter spesialis.

Dalam kasus RSUD Idaman mereka dalam proses . Menuju tipe B wajib memiliki empat dokter spesialis. Minimal mereka memenuhi empat dasar dokter spesialis yaitu spesialis penyakit dalam, bedah, anak dan kebidanan.

Terkait panjangnya daftar tunggu pasien bedah umum, memang seharusnya bisa dilakukan sistem rujukan. Pasien bisa dirujuk ke rumah sakit lain yang daftar tunggunya pendek. Dengan begitu, pasien memiliki pilihan rumah sakit yang bisa melakukan tindakan cepat.

Kalsel memang masih memiliki dokter bedah yang terbatas. Hal itu disebabkan beberapa faktor, selain karena kebutuhannya yang cepat juga lulusan yang memerlukan banyak waktu, kuliahnya empat tahun untuk menjadi dokter bedah setelah dokter umum.

Mengurangi kurangnya dokter bedah di Kalsel bisa dilakukan dengan tiga cara, yaitu dengan mengarahkan mereka untuk mengambil beasiswa khusus dokter bedah. Beasiswa bisa didapatkan dari beasiswa yang disediakan Kementrian Kesehatan atau dari daerah sendiri.

Seperti kita ketahui sudah ada daerah-daerah di Kalsel yang memberikan beasiswa atau menyekolahkan dokter umum menjadi dokter spesialis misalnya di HSS. Pemerintah daerah sangat memperhatikan ketersediaan dokter bedah di RSUD mereka.

Selain itu bisa mendatangkan dari luar daerah atau luar pulau misalnya dari Jawa, namun tentu harus dengan penawaran yang menggiurkan. Contoh saja Kabupaten Balangan yang memberikan insentif Rp 30 juta Kepada dokter spesialis sehingga mereka tak kekurangan dokter spesialis.

Insentif sebesar Rp 25 hingga 30 juta menarik minat dokter spesialis untuk dinas di RSUD setempat. Kan bisa saja nanti di anggarkan dalam APBD. Namun ULM sendiri juga akan membuka prodi spesialis bedah dan diharapkan dapat menambah jumlah dokter bedah di Kalsel. (rii)

Baca Lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Sabtu (17/6/2017)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved