Berita Kabupaten Banjar

Serangan Beruang Robek Jari Jumain, Penoreh Karet Takut ke Kebun

Serangan beruang madu kembali menghantui petani karet warga di Desa Sungai Alang, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar.

Halaman 1 Harian Metro Banjar Edisi Cetak Senin (19/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Serangan beruang madu kembali menghantui petani karet warga di Desa Sungai Alang, Kecamatan Karangintan, Kabupaten Banjar. Mereka kii tidak lagi berani menoreh menyusul munculnya serangan beruang madu.

Serangan beruang madu yang terjadi Rabu pekan lalu, dialami oleh Jumain (51) hingga membuat tubuh warga RT 2 Desa Sungai Alang ini penuh goresan cakaran beruang madu. Bahkan ibu jari kanan petani karet ini harus dijahit karena luka robek akibat gigitan gigi beruang madu.

Hingga kini, meski sebelumnya sudah menjalani perawatan medis di Puskesmas Sungai Alang, luka robek itu masih belum benar-benar sembuh. Jumain masih merasa nyeri di bagian ibu jarinya yang terluka. “Masih nyeri lukanya. Ada berair masih dari lukanya,” ujar Jumain.

Jumain menjelaskan, saat itu seperti biasa Dia menoreh karet di kebun karetnya. Meski harga karet sedang terjun bebas Dia terpaksa masih tetap harus bekerja menoreh karena karena itulah satu-satunya penghasilan untuk rumah tangganya.

Saat asyik menoreh, terangnya, dia sempat mendengar suara berisik dari semak belukar di sekitar kebun karetnya. Namun, Dia mengira bila itu adalah hewan babi.

Sesaat kemudian, tiba-tiba saja muncul beruang madu menerkam tubuhnya. Dia pun, berupaya mendorong mulut beruang madu yang hendak menggigit wajahnya. Tetapi, akibatnya tangannya yang kemudian masuk ke mulut beruang hingga terluka.

“Saat itu, sempat juga bergumul. Saya berupaya bertahan hingga beruang kabur. Saat itu, saya juga ketakutan kemudian lari ke kampung meminta bantuan,” ujar Jumain.

Ketua Forum Penanggulangan Masyarakat Berbasis Masyarakat (PBBM) Banjar Kecamatan Karang Intan, Warhamni mengatakan, ini serangan yang kesekian kalinya dialami warga di Karang Intan. Sebelumnya, serangan beruang madu terjadi 10 Oktober 2016 dialami oleh Gina Novita (15) warga Mandikapau Timur.

Dia berharap, warga pun lebih berhati-hati karena hingga kini tidak satu pun beruang madu yang menyerang warga tertangkap. Sebaiknya, warga tidak sendiri saat menoreh karet sehingga ketika terjadi serangan ada yang menolong.

“Serangan ini membuat warga saat ini kembali khawatir untuk menoreh. Sedangkan, untuk menemukan beruang madu cukup sulit. Berulang kali, kami buru beruang madu ini seolah menghilang. Ini kembali muncul,” ujar Warhamni.(wid)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Cetak Senin (19/6/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved