Berita Kabupaten Banjar

Melihat Rumitnya Membuat Kecambah, Ahmad Pun Lakukan Ini Tiap Dua Jam

Sehari-hari dia bekerja di lanting di Sungai Martapura di sisi Jalan Seberang Mesjid, Banjarmasin atau yang lebih dikenal sebagai Kampung Sasirangan

Melihat Rumitnya Membuat Kecambah, Ahmad Pun Lakukan Ini Tiap Dua Jam
dokumen
BPost edisi Rabu (21/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ahmad berasal dari Aluhaluh, Kabupaten Banjar. Sudah lima tahun dia bekerja sebagai buruh pengupas biji kacang hijau yang diolah menjadi kecambah. Dari pekerjaan itu, Ahmad menerima upah Rp 60.000 per hari.

Sehari-hari dia bekerja di lanting di Sungai Martapura di sisi Jalan Seberang Mesjid, Banjarmasin atau yang lebih dikenal sebagai Kampung Sasirangan. Seluruh kegiatan mengupas dan membersihkan biji kacang hijau dilakukan di lanting tersebut.

Tampak beberapa drum bekas maupun bak-bak dari kayu untuk tempat menyiram atau membilas biji kacang hijau. Biji kacang hijau mentah berubah menjadi kecambah memakan waktu 12 jam lebih.
Proses yang dilakukan yaitu biji kacang hijau disiram di dalam bak atau drum penyaring. Air disemprotkan dengan bantuan tenaga mesin pompa. Proses penyemprotan dilakukan kurang lebih 10 menit, lalu biji kacang hijau direndam dalam air agar menjadi lunak.

Mencengangkan! Ternyata proses penyemprotan dan perendaman dilakukan setiap dua jam sekali. Untuk setiap drum kacang hijau yang diolah melalui proses penyemprotan dan perendaman sebanyak enam hingga tujuh kali sebelum berubah sempurna menjadi kecambah.

Itu sebabnya, sepanjang hari Ahmad dan rekan seprofesi lainnya menghabiskan waktu di lanting.Kacang hijau yang sudah berubah sempurna menjadi kecambah selanjutnya dipisahkan dari kulitnya yang sudah terkelupas karena proses tadi.

Selanjutnya kecambah dimasukkan ke dalam kampil atau karung purun untuk sesegera diantar ke agen atau pengepul di Pasar Hanyar Banjarmasin. Satu kampil kurang lebih berisi 25 kilogram kecambah segar. Dalam sehari, dari beberapa lanting yang digunakan untuk memproduksi kecambah, dihasilkan 6 hingga 10 pikul kecambah.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post, Rabu (21/6/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi Rabu (21/6/2017)
BPost edisi Rabu (21/6/2017) (dokumen)
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved