Berita Banjarmasin

TAUSYIAH: Peran Pembantu

Keluarga majikan tidak bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga yang tidak bisa dilakukan oleh mesin.

Editor: Didik Triomarsidi
dokumen
BPost edisi Rabu (21/6/2017) 

Dr Mutohharun Jinan MAg, Dosen Pascasarjana Unmuh Surakarta

BANJARMASINPOST.CO.ID - KEHIDUPAN keluarga dan masyarakat perkotaan tidak bisa dipisahkan dari peran pembantu rumah tangga (PRT). Tingkat ketergantungan suatu keluarga terhadap pembantu sama kuatnya dengan ketergantungannya pada perangkat teknologi.

Keluarga majikan tidak bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga yang tidak bisa dilakukan oleh mesin. Di sekitar mudik dan Lebaran tampak suasana kehidupan perumahan di perkotaan lengang dan sepi.

Ketika pembantu pulang kampung, para majikan tidak mampu merawat rumahnya sendiri, untuk sekadar menjaga keamanan maupun merawat kebersihannya. Pemiliki rumah memilih menutup rumah rapat-rapat dan membiarkannya dalam keadaan kotor berhari-hari sambil menunggu pembantu kembali.

Gejala ketergantungan pada pembantu pada dasarnya merupakan miniatur kehidupan masyarakat kita. Bahwa hidup ini berjalan normal jika masing-masing subsistem kehidupan memainkan peran sesuai tugasnya.

Tak terkecuali dalam kehidupan berbangsa, satu bagian saja tidak menjalan fungsinya atau menyimpang dari peran asasinya, akan muncul guncangan yang dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pembantu yang biasa melakukan pekerjaan-pekerjaan teknis harian di rumah mempunyai andil sangat besar bagi kelancaran aktivitas lain di luar rumah.

Sadar atau tidak, berbagai aktivitas kita sehari-hari tidak tidak lepas dari peran-peran domestik.

Cobalah perhatikan, pagi-pagi sebelum berangkat kerja bila sudah tersedia sarapan, Anda berpakaian rapi, dan mobil Anda bersih. Sehingga Anda tampil penuh percaya diri di hadapan publik.

Semua itu yang menyiapkan pembantu sebelum anda bangun tidur. Hanya saja, peran pembantu sering kali diabaikan dan dianggap remeh-temeh meski bisa membuat kehidupan ini lebih berdaya pikat.

Hal ini barang kali disebabkan peran pembantu di ranah domestik, sedangkan orang lebih banyak melihat dan terpukau apa yang tampak di ruang publik. Artinya, panggung kehidupan dengan berbagai kejadian dan peristiwa yang tampak gemerlap ternyata tidak terjadi begitu saja.

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post, Rabu (21/6/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi Rabu (21/6/2017)
BPost edisi Rabu (21/6/2017) (dokumen)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved