Berita Banjarmasin

Sejumlah Sekolah Belum Penuhi Kuota, Disdik Kota Banjarmasin Buka Gelombang II PPDB Online

Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin terpaksa memperpanjang masa pendaftaran. Hal ini lantaran masih ada sekolah yang belum memenuhi jumlah siswa.

Sejumlah Sekolah Belum Penuhi Kuota, Disdik Kota Banjarmasin Buka Gelombang II PPDB Online
Halaman 4 Harian Metro Banjar Edisi Cetak Kamis (22/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP di Kota Banjarmasin berakhir saat Rabu (21/6) siang.

Namun, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin terpaksa memperpanjang masa pendaftaran. Hal ini lantaran masih ada sekolah yang belum memenuhi jumlah siswa.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah, mengatakan, sebanyak 35 SMP negeri mengikuti PPDB Online. Namun, masih ada 13 SMP yang belum memenuhi kuota jumlah siswa.

Pendaftaran gelombang kedua pun terpaksa dibuka. Persisnya, setelah Lebaran dan daftar ulang pada 3 sampai 5 Juli nanti. "Karena ada beberapa sekolah yang muridnya masih belum terisi, jadi masa pendaftaran akan dibuka lagi setelah daftar ulang 3 sampai 5 Juli, setelah Lebaran," ungkapnya.

Sementara itu, pengumuman kelulusan sudah bisa terlihat di https://banjarmasin.siap-ppdb.com/. Namun pengumuman secara resminya adalah saat Kamis (22/6) ini pukul 12.00 Wita.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, mengaku, kekurangan ini sudah diprediksi. Lantaran ada sekolah yang berada di wilayah minim penduduk.

Sementara beberapa orangtua calon siswa, utamanya di wilayah pinggiran, masih saja mendaftarkan anaknya ke sekolah di perkotaan.

"Pendaftar gelombang kedua akan dilakukan hanya pada sekolah yang kekurangan calon siswa. Kalau yang sudah terisi, sudah ditutup," tegasnya.

Namun, kata Totok, sejumlah sekolah juga masih belum terisi slot dari jalur prestasi yang jumlahnya lima persen dari total kursi tersedia.

Terpisah, Sekretaris Kelompok Kerja Kepala (K3) SMP Negeri Kota Banjarmasin, Mansiansyah, mengatakan, diharapkan ke depan juga mempertimbangkan nilai akademis. Selain, jarak rumah dengan sekolah.

"Kalau umur jadi pertimbangan, mungkin di SD mungkin masih. Kalau di SMP, saya rasa nilai masih penting karena lulusan SD punya nilai UN," pungkasnya. (rmd)

Baca lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Cetak Kamis (22/6/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved