Berita Internasional

Wanita Ini Diserang Pria Asing Karena Pakai Celana Pendek Ketika Ramadan

Penyerangan ini terekam CCTV yang memperlihatkan seorang pria yang tiba-tiba menyerang wajah wanita bernama Melisa Saglam.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Elpianur Achmad
Birgun Daily
Seorang wanita diserang di dalam bus di Istanbul Turki karena pakai celana pendek saat Ramadan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang wanita diserang ketika menaiki bus, karena menggunakan celana pendek di bulan Ramadan.

Penyerangan ini terekam CCTV yang memperlihatkan seorang pria yang tiba-tiba menyerang wajah wanita bernama Melisa Saglam.

Terlihat pria tersebut memukul wajah Melisa dengan tangan kanannya, ketika ia akan turun dari bus.

Melisa langsung bereaksi dengan mendatangi pria itu dan menamparnya kembali.

Pria tersebut menarik rambutnya dan melempar badan Melisa ke dalam bus, ia pun berlalu dengan menuruni bus.

Ketika menampar Melisa, pria itu melontarkan, "Apakah kamu tidak malu berpakaian seperti ini ketika Ramadan?", seperti yang diberitakan kantor berita Dogan.

Seorang wanita diserang di dalam bus di Istanbul Turki
Seorang wanita diserang di dalam bus di Istanbul Turki (Birgun Daily)

Kejadian tersebut terjadi di Kota Istanbul, Turki. Jaksa setempat kemudian mengeluarkan surat perintah penangkapan.

Pelaku diketahui bernama Ercan Kiziltas yang akhirnya ditangkap usai Melisa melaporkan kejadian tersebut.

Kepada Birgun Daily, Ercan mengaku terprovokasi usai melihat busana yang dikenakan mahasiswa di salah satu universitas tersebut.

Laporan media Turki, Ercan malah dibebaskan oleh polisi, usai diwawancarai.

Tapi kemudian ia dipenjara dengan tuduhan berbeda, yakni pelanggaran pajak yang membuatnya harus mendekam selama tiga tahun di penjara.

Sementara itu Melisa mengaku trauma menggunakan angkutan umum, sebelum mengetahui Ercan ditahan.

"Saya ingin keadilan, hukuman yang pantas untuk penyerang tersebut", katanya kepada surat kabar Hurriyet.

"Saya tidak ingin dia bebas berjalan, karena saya merasa tidak aman lagi".

"Sejak penyerangan, saya tak bisa pergi jika tak ditemani ibu. Bahkan takut untuk menggunakan transportasi umum". (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved