Kriminalitas Kalteng

Dikira Ada Maling dan Nyaris Ditombak, Ternyata Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga

Bayi perempuan dibuang orang tidak dikenal di teras rumah Deni (40), warga Dusun Saka Pinang, Desa Sei Asam, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas

Dikira Ada Maling dan Nyaris Ditombak, Ternyata Bayi Perempuan Dibuang di Teras Rumah Warga
Halaman 1 Harian Metro Banjar Edisi Cetak Jumat (23/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Bayi perempuan dibuang orang tidak dikenal di teras rumah Deni (40), warga Dusun Saka Pinang, Desa Sei Asam, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalteng, Rabu (21/6) sekitar pukul 00.00 WIB. Si bayi nyaris ditombak, karena Deni mengiras di luar rumahnya ada seorang pencuri.

Penemuan bayi malang itu membuat geger warga masyarakat sekitar. Seorang warga langsung menelepon ke Polsek Kapuas Hilir untuk memberitahukan pembuangan bayi tersebut. Dalam hitungan menit, lima anggota Polsek Kapuas Hilir datang. Kemudian bayi itu dibawa ke RSUD dr H Soemarno Kualakapuas.

Saat ditemui di RSUD dr H Soemarno, Kamis (22/6), Deni menceritakan awalnya dirinya mendengar suara mencurigakan di depan rumahnya. Deni mengira ada maling luar rumahnya. “Saya langsung mengambil senter dan tombak. Kemudian saya ke depan rumah untuk melihat apa yang terjadi,” ujarnya.

Saat ke luar lumah, Deni tidak melihat orang yang mencurigakan. Tapi dia sempat mendengar suara sepeda motor yang menjauh dari tempat tinggalnya.

"Di luar rumah saya tidak mendapati apa-apa. Tapi saya sempat mendengar suara sepeda motor," ujarnya.

Karena tidak ada sesuatu di sekitar rumahnya, Deni berniat kembali ke rumah. Namun niat itu langsung dibatalkan Deni setelah mendengar suara di teras rumahnya. “Suaranya seperti kucing. Suara itu sempat membuat saya ketakutan,” ujarnya.

Dalam keadaan takut, Deni tetap mencari sumber suara. “Saya lihat ada sesuatu benda di teras. Saya dekati, ternyata benda itu bayi. Bayi itu diselimuti kain batik dan sudah dipopoki," ujarnya.

Melihat hal itu, Deni sontak memanggil keluarganya yang masih berada dalam rumah. "Bayi menangis. Seorang keluarga saya langsung menggendongnya. Kemudian bayi itu kami diberi susu dan kainnya diganti dengan handuk," ujarnya.

Pembuangan bayi itu kini masih dalam penyelidikan Polsek Kapuas Hilir. Polisi terus berupaya mencari orangtua yang tega membuang bayi. ”Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Anggota kami masih melakukan penyelidikan di sekitar lokasi tempat penemuan bayi, dengan meminta keterangan dari warga sekitar,” kata Kapolsek Kapuas Hilir Iptu Rio Angga Prasetyo.

Pantauan di rumah sakit, Kamis (22/6) pagi, bayi malang tersebut berada di ruang Perinatologi. Kondisi bayi dalam keadaan sehat dengan berat standar layaknya bayi-bayi yang lain.

“Saat ini kondisi bayi dalam keadaan sehat. Kelahirannya normal dengan usia kehamilan yang matang,” kata dokter spesialis anak, dr Abed Ricky HS.

Sementara itu, Rahman, warga Jalan Tambun Bungai Kota Kualakapuas, sangat ingin mengadopsi bayi tersebut. “Saya ingin mengadopsinya, sehingga nantinya tidak akan terlantar,” ujarnya.

Warganet juga mengadopsi bayi tersebut. Sedikit tiga facebooker ingin mengadopsi bayi itu. "Coba jakanya diberikan pakaiku," kata Lia Oktaviana. (jd)

Baca lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Cetak Jumat (23/6/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved