Berkah Ramadan

TAUSYIAH: Menegakkan Keadilan

Satu di antara indikasi ketakwaan seseorang adalah tampilnya sikap dan perbuatan adil, baik adil terhadap diri sendiri maupun orang lain

TAUSYIAH: Menegakkan Keadilan
dokumen
BPost edisi Sabtu (24/6/2017) 

Dr Mutohharun Jinan, Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta

BANJARMASINPOST.CO.ID - KEADILAN adalah nilai moral yang dekat dengan ketakwaan, demikian informasi dari Alquran. Ketakwaan merupakan muara dan tujuan disyariatkannya ibadah puasa kepada kaum beriman.

Satu di antara indikasi ketakwaan seseorang adalah tampilnya sikap dan perbuatan adil, baik adil terhadap diri sendiri maupun orang lain. Berbuat adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya sesuai proporsinya.

Kita tidak bisa membayangkan andai kata dalam relasi sosial antarsesama manusia ini tidak sepakat nilai keadilan atau objektifitas menjadi nilai utama dalam membentuk kehidupan beradab. Betapa kacaunya tata hidup ini jika objektifitas tidak lagi menjadi pilar dalam menentukan arah peradaban.

Hampir tidak ada hari tanpa tuntutan kita untuk berlaku objektif. Misalnya, kita dituntut adil dalam memberikan penilaian kepada orang lain. Adil atau objektif menyampaikan kritik kepada pihak lain.

Kita harus adil dalam memutuskan perkara yang diperebutkan kebenarannya oleh para pihak.

Kewajiban berbuat melekat padanya pemberian hak pengembalian hak kepada orang atau sesuatu yang seharusnya menerima sesuai kapasitasnya.

Rasulullah SAW membenarkan perkataan Abu Darda’, “Sesungguhnya bagi Rabbmu ada hak, bagi dirimu ada hak, dan bagi keluargamu juga ada hak. Maka penuhilah masing-masing hak tersebut.” (HR. Bukhari).

Segala sesuatu mempunyai hak, karena itu berbuat adil berarti memberikan hak masing-masing menurut kadarnya. Keadilan diberikan kepada siapa saja tanpa memandang kesamaan-kesamaan latar belakang, kepentingan, ras, agama, dan golongan.

Suatu sikap yang didasarkan atas pilihan-pilihan dengan sendirinya akan bertentangan hakekikat keadilan itu sendiri. Sikap adil dan objektif ditunjukkan kepada siapapun termasuk kepada orang yang tidak disukai sekalipun.

Dalam Alquran dinyatakan, “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil, berbuat adillah karena keadilan itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Maidah/5: 8).

Selengkapnya baca harian Banjarmasin Post, Sabtu (24/6/2017), atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

BPost edisi Sabtu (24/6/2017)
BPost edisi Sabtu (24/6/2017) (dokumen)
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved