Berita Kabupaten Banjar

Enam Kades di Martapura Timur Peroleh Penghargaan

Kerja keras jajaran Polsek Martapura Timur, Polres Banjar bersinergi dengan aparat enam desa di kecamatan Martapura Timur dalam meniadakan tradisi

Enam Kades di Martapura Timur Peroleh Penghargaan
banjaarmasinpost.co.id/ghanie
Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete saat menyerahkan reward atau penghargaan kepada satu dari enam Kades di Kecamatan Martapura Timur atas suksesnya mendukung meniadakan tradisi meriam karbit di Kecamatan Martapura Timur. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kerja keras jajaran Polsek Martapura Timur, Polres Banjar bersinergi dengan aparat enam desa di kecamatan Martapura Timur dalam meniadakan tradisi meriam karbit pada malam lebaran Idul Fitri 1438 Hijriah, Sabtu (24/6/2017) lalu, menuai hasil.

Pasalnya, dentuman tembakan meriam yang biasanya membahana dan bahkan kerap menyebabkan pecahnya kaca warga pada lebaran 2017 ini, tak satupun terdengar, apalagi berdampak nahas pecahnya kaca rumah warga.

Sehubung itupula, Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete sebagai bentuk apresiasinya, memberikan reward atau penghargaan kepada enam kepala desa serta Kapolsek Martapura Timur, Ipda H Suwarji.

Menurutnya, penghargaan tersebut setidaknya juga setimpal dengan kerja keras yang dilakukan enam kepala desa dan Kapolsek Martapura Timur dalam mengajak masyarakatnya tidak menggelar tradisi meriam karbit.

"Bukan rahasia umum lagi, tradisi meriam karbit sudah dilaksanakan di Kecamatan Martapura sejak puluhan tahun yang lalu. Dan tahun ini, tradisi tersebut berhasil ditiadakan menyusul banyaknya laporan masyarakat yang komplain atas kerasnya dentuman suara yang ditimbulkan meriam tersebut," jelasnya.

Sedangkan Kapolsek Martapura Timur, Ipda H Suwarji tidak menampik jajarannya tanpa mengenal waktu gencar melakukan sosialisasi dan penindakan terhadap permainan meriam karbit sejak satu bulan yang lalu.

Sesuai dengan UU darurat nomor 12 tahun 1951 dimana ancaman hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun, ia juga bersinergi dengan aparat di enam desa serta Kecamatan Martapura Timur untuk terus menyosialisasikan larangan tersebut.

"Bahkan ada satu meriam besi dengan diameter 40 inchi panjang 12 meter yang sengaja dipasang oleh oknum warga Desa Pekauman ulu dan mengarah ke Desa Mekar untuk siap ditembakkan, kami tidak segan-segan waktu itu menceburkan ke sungai. Dan hal ini sekaligus sebagai bentuk keseriusan kami untuk mengawal keinginan dan permintaan masyarakat menciptakan situasi kondusif," terangnya.

Lebih lanjut, Suwarji juga berjanji ke depan pihaknya akan terus berkesinambungan mengawal peniadaan tradisi meriam karbit tersebut di Kecamatan Martapura Timur.

Khususnya di enam desa yang meliputi Pekauman ulu, Pekauman, Keramat, Melayu Tengah, Melayu, serta Desa Mekar, mengingat penggunaan meriam karbit berdampak cukup besar bagi masyarakat.

"Tentunya selain tahun ini, ke depan kami juga akan mengawal dan mengawasi terus kegiatan ini. Agar dipastikan meriam karbit pun tidak ada lagi di Kecamatan Martapura Timur, " pungkas Kapolsek Martapura Timur.

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved