Berita Kabupaten Banjar

Rudi dan Sepeda Motornya Ditemukan Tergeletak di Dalam Got

Tubuh beserta sepeda motor Rudi ditemukan tergeletak di dalam lubang got saluran air di bahu jalan desa tersebut.

Rudi dan Sepeda Motornya Ditemukan Tergeletak di Dalam Got
Halaman 1 Harian Metro Banjar Edisi Kamis (29/6/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sariyah (60) tak mampu menahan tangis saat mengetahui nasib putranya yang semula dinantikan pulang ke rumah di Desa Tujuh RT 4, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar, Selasa (27/6) kemarin.

Kabar mengejutkan justru diterimanya Rabu (28/6) pagi. Buah hatinya, Rudi Hartono ternyata justru meregang nyawa di bahu Jalan Desa Dua, Kecamatan Cintapuri. Tubuh beserta sepeda motor Rudi ditemukan tergeletak di dalam lubang got saluran air di bahu jalan desa tersebut.

Nyaris tak terlihat lantaran tertutup ilalang kering, tubuh Rudi ditemukan tetangganya, Muhdi. "Awalnya saya kira cuman hanya orang tertidur. Tapi setelah saya periksa, ternyata tetangga saya Rudi, yang kondisinya sudah meninggal dunia, " cerita Muhdi kepada petugas.

Melihat apa yang dia dapati, Muhdi pun langsung melaporkannya ke sekretariat desa setempat. Kemudian memberitahukan pula kabar duka itu kepada ibu korban.

Sariyah menceritakan, putranya tersebut semula memang sempat berpamitan hendak keluar rumah, Selasa (27/6) sekitar pukul 23.00 Wita kemarin.

Tak menyebutkan jelas tujuannya pergi, Rudi pun kemudian bertolak dengan menggunakan sepeda motornya. "Iya, awalnya Selasa sekitar pukul 17.00 Rudi bertolak pergi, tapi entah kemana saat itu. Kemudian ia pulang sebentar, dan selepas makan atau sekitar pukul 23.00 Wita, ia pun pamit berangkat lagi entah kemana, " ujarnya.

Sementara pascapenemuan mayat di Desa Dua RT 2 Kecamatan Cintapuri Darussalam Banjar, Rabu (28/6) pagi, anggota Polsek Simpang Empat dan Inafis Polres Banjar pun bergerak cepat melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Jenazah juga dievakuasi dari yang semula ke IGD Puskesmas Sungkai, kemudian kembali dirujuk menuju RS Danau Salak, Kecamatan Mataraman. Yang mengejutkan, saat petugas melakukan pemeriksaan ditemukan dua butir obat diduga zenit di pakaian yang dikenakan korban.

Terpisah Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete melalui Kapolsek Simpang Empat, AKP Wahyu Ismoyo Jayawardana saat dikonfirmasi terkait hal itu dirinya membenarkan.

Namun berdasarkan visum yang dilakukan pihaknya bersama Inafis Polres Banjar beserta petugas medis Rs Danau Salak, kematian Rudi murni dikarenakan mengalami kecelakaan tunggal. "Hal itu ditunjukan berdasarkan hasil pemeriksaan medis, ada terjadi pergeseran pada tulang leher korban yang diduga lantaran tergencet saat masuk ke got," jelasnya.

Lebih lanjut, saat disinggung Metro Banjar mengenai apakah ada indikasi kecelakaan tunggal yang dialami korban dikarenakan dalam pengaruh obat-obatan, Wahyu tidak berani menyimpulkan. "Kalau itu kami tidak bisa mengetahuinya. Kejadian sudah diserahkan penanganan kepada Unit Laka Lantas Polres Banjar, " tutupnya. (*)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Kamis (29/6/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Metro Banjar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved