Obat Hati

Assalamualaikum

Sering kalimat ini sebatas ujaran formal ketika orang mengawali dan mengakhiri pidato, memberi kata sambutan atau ceramah; bahkan oleh nonmuslim.

Editor: Elpianur Achmad

Oleh: H Mahfudz Shiddieq

ASSALAMUALAIKUM Ikhwan. Ucapan salam kini semakin jarang terdengar di kalangan umat. Sering kalimat ini sebatas ujaran formal ketika orang mengawali dan mengakhiri pidato, memberi kata sambutan atau ceramah; bahkan oleh nonmuslim.

Penuturannya pun tidak menurut ketentuan sesuai dengan bahasa aslinya alias dengan style bahasa setempat. Hal ini tidak dipersoalkan dalam tulisan ini, sebab syukurlah orang masih 'bersalam'.

Yang perlu dipahami adalah Islam sendiri secara etimologis berarti damai sejahtera, keselamatan. Islam adalah agama keselamatan dan perdamaian. Menjadi muslim berarti menjadi orang yang selamat dan damai, menyelamatkan dan mendamaikan. Mengucap dan menjawab salam berarti saling mendoakan untuk keselamatan dan perdamaian bersama. Mengucapkan dan menebarkan salam menjadi salah satu manifestasi menjadi seorang muslim dan bernilai ibadah.

Saling menyapa dengan salam ketika pertemuan, pada perjumpaan di jalanan misalnya, nyaris tak terdengar lagi. Sapaan pertemuan di jalan lebih sering diwujudkan dengan ucapan lambaian tangan, ucapan hai atau hei. Bila berpisah dengan anak-anak sang ibu atau bapak lebih familiar mengucapkan 'daaah', seolah-olah sapaan 'daaah', 'daag' dipandang lebih keren dan mencerminkan orang modern.

Pernah ada wacana yang menyetarakan atau menganjurkan ucapan assalamualaikum diganti dengan selamat pagi, selamat siang. Ada yang memberi komentar ucapan selamat pagi cuma pagi yang selamat, siang belum tentu. Lalu, supaya siang selamat ucapkan lagi selamat siang. Ucapan ucapan seperti itu tentu dapat diucapkan kepada semua orang yang dihormati, tapi tidak kepada sesama muslim.

Sebaliknya, sekali mengucap assalamualaikum, berarti doa keselamatan pada setiap waktu baik pagi, siang ataupun sore. Sapaan ini halal hanya untuk sesama muslim. "Hak seorang muslim terhadap muslim lain ada enam, memberi salam bila bertemu, memenuhi undangan, memberi nasihat bila diminta, bila bersin mengucap Alhamdulillah dan menjawab dengan yarhamukallah, menengok orang sakit, dan mengantarkan jenazah ke kubur." (HR Muslim)

Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apakah yang terbaik dalam Islam? Rasulullah SAW menjawab, "Memberi makanan dan mengucapkan salam terhadap orang yang kamu kenal maupun yang tidak dikenal.” (HR Muslim dari Abdullah ibn Amr al-'ash)

Salam diucapkan ketika akan memasuki ruangan atau rumah. Allah berfirman, "Hai orang-orang beriman janganlah kalian masuk ke rumah orang lain hingga kalian minta izin dan memberi salam kepada pemilik atau penghuni rumah tersebut." (Al-Nur/24:27)

Rasulullah SAW pun bersabda, "Jika kalian akan masuk ke suatu rumah, ucapkanlah salam kepada penghuninya; jika akan keluar maka doakanlah penghuninya tersebut dengan salam," (HR al-Baihaqi)

Ucapan salam disyariatkan dalam berbagai momen: Ketika seseorang mengakhiri salat. Salam dianjurkan pula ketika awal bertemu atau berjumpa dengan sesama muslim dan saat akan berpisah. (HR Muslim dan al-miqdad ra ; al-Bukhari dari Anas ra). Saat memasuki areal pemakaman, ketika mengawali dan akan mengakhiri pembicaraan/pidato/ceramah.

Rasulullah SAW juga memberikan pedoman tentang tata krama salam. "Yang muda memberi salam kepada yang lebih tua; seorang yang berjalan memberi salam kepada yang duduk, yang sedikit memberi salam kepada yang lebih banyak (al-Bukhari).” (kur/*)

Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Jumat (30/6/2017)

Sumber: Metro Banjar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved