Berita Banjarbaru

Satu truk Kepiting Gagal Edar ke Pagatan dan Banjarmasin

Data diperoleh kepiting yang akan diselundupkan itu diantaranya untuk kepiting bertelur berjumlah 193 ekor, kepiting undersize 157 ekor.

Satu truk Kepiting Gagal Edar ke Pagatan dan Banjarmasin
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Petugas KKP mengamankan kepiting bertelur asal Kotabaru 

BANJARMASIN.CO.ID, BANJARBARU - Upaya penyelundupan pengiriman kepiting bertelur dan kepiting jumbo (undersize) berhasil digagalkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai KIPM Kelas II Banjarmasin melalui wilayah kerja Batulicin. Ratusan kepiting itu asal Kotabaru.

Sebanyak dua koli kepiting telur dan satu koli kepiting undersize disamarkan dalam sebuah truk bermuatan penuh boks komoditi ikan segar, seperti tenggiri dan kakap.

Rabu (12/7) sekitar pukul 21.30 Wita. Saat itu Hijazz petugas wilker Batulicin melakukan pengawasan rutin di pelabuhan, curiga menemukan sebuah truk angkut travel dari Kotabaru membawa box stryfoam. Setelah dilakukan pencegatan dan pemeriksaan isi box, ditemukan kepiting kondisi bertelur dan kepiting undersize 200 gram.

Data diperoleh kepiting yang akan diselundupkan itu diantaranya untuk kepiting bertelur berjumlah 193 ekor, kepiting undersize 157 ekor.

Petugas pun melakukan pengembangan, hingga akhirnya pemilik barang (kepiting) ditemukan. Pemilik kepiting Sangkala (45) warga Kotabaru hanya bisa pasrah, dia masih diperiksa intensif petugas. Sangkala akui dirinya sebagai pemilik.

"Hasil pengawasan petugas malam tadi, pemilik barang kami cari saat itu juga dan dapat, asal kepiting dari kotabaru. Betul Kepiting telur dijual ke banjarmasin. Kepiting under size 200gr dijual ke petambak kepiting untuk dibuat kepiting soka (cangkang lunak). Ini hasil pengawasan rutin di pelabuhan penyeberangan Batulicin, " kata Kepala Balai KIPM Kelas II Banjarmasin Hasim.

Diimbau agar masyarakat khususnya masyarakat perikanan baik nelayan penangkap. Maupun para pengusaha perikanan untuk dapat mematuhi aturan yang termuat Permen KP no 56 Tahun 2016 tentang penangkapan Lobster, Kepiting dan Rajungan yang merupakan hasil revisi Permen kp no 1 tahun 2015. Dan menekankan bahwa Law Enforcement terhadap pelanggaran akan ditegakkan oleh KKP khususnya BKIPM. (*)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved