Tahun Ajaran Baru Dimulai

NEWS ANALYSIS, Ketua STKIP PGRI Abidinsyah: Jumlah Siswa Kurang Dampak Keberhasil KB

Menjadi tanggung jawab pemerintah agar bisa mendirikan sekolah di lokasi strategis dan menata fasilitas termasuk akses sekolah

NEWS ANALYSIS, Ketua STKIP PGRI Abidinsyah: Jumlah Siswa Kurang Dampak Keberhasil KB
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Senin (17/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengenalan lingkungan sekolah (PLS) memang perlu dilakukan. Siswa dari SMP atau dari TK saat memasuki tingkat pendidikan tentu harus mengikuti aturan baru di jenjang pendidikan baru.

Siswa SMP, misalnya saat akan masuk ke SMA perlu dipersiapkan psikologisnya, dan perlu dibekali pemahaman baru khususnya mengenai bahaya narkoba yang harus disisipkan dalam pengenalan lingkungan sekolah.

Dalam peraturan Kemendikbud yang mengatur tentang PLS sudah dijelaskan hal yang harus diisi dalam PLS. Itu bisa menjadi panduan dalam menyelenggarakan PLS di sekolah.

Terkait jelang dimulainya kegiatan belajar masih ada yang belum mendapatkan siswa seperti di SDN Basirih 10 Banjarmasin akibat tidak strategisnya sekolah.

Khusus SD tersebut memang kawasan itu dulu adalah kawasan perusahaan. Para karyawan menyekolahkan anaknya ke SD tersebut. Namun karena perusahan sudah tak lagi beroperasi maka sekolah pun ditinggalkan.

Akses menuju sekolah yang harus memakai perahu pun membuat sekolah ini tak dipilih. Dibanding sekolah lain yang bisa ditempuh dengan jalur darat tentu orangtua memilih sekolah lain.

Selain itu juga ada sekolah di sekitar Kelayan baru menerima siswa baru dua orang. Itu juga dikarenakan lokasi sekolah yang tidak strategis. Akses sulit karena harus memutar, jalan rusak, atau jalan yang belum diaspal.

Hal ini menjadi tanggung jawab pemerintah agar bisa mendirikan sekolah di lokasi strategis dan menata fasilitas termasuk akses sekolah sehingga sekolah tak kekurangan siswa.

Selain itu kurangnya jumlah siswa dikarenakan suksesnya program Keluarga Berencana (KB). Keluarga kini sudah mulai sadar membatasi jumlah anak sehingga tidak perlu kaget jika mendapati jumlah anak usia sekolah tertentu sedikit di satu kawasan.

Sementara PLS dengan mengadakan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah wajar saja dilakukan menciptakan rasa cinta kepada sekolah. Dengan mengajak para siswa baru membersihkan lingkungan sekolah maka akan timbul rasa memiliki terhadap sekolah tersebut.(rii)

Baca lebih lengkap di Harian Banjarmasin Post Edisi Senin (17/7/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved