Asosiasi Futsal Daerah Banjarmasin Tidak Akan Mengeluarkan Surat Mutasi Bagi Pemain Lolos Seleksi

Asosiasi Futsal Daerah Banjarmasin tidak akan mengeluarkan surat mutasi kepada pemain yang sudah dinyatakan lolos seleksi.

Asosiasi Futsal Daerah Banjarmasin Tidak Akan Mengeluarkan Surat Mutasi Bagi Pemain Lolos Seleksi
banjarmasinpost.co.id/burhani yunus
Tim futsal Banjarmasin mendapat pengarahan dari pelatih. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Adanya beberapa pemain seleksi tim Futsal Banjarmasin yang bermaksud hengkang membela daerah lain di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Banjarmasin harus berpikir ulang.

Pasalnya, Asosiasi Futsal Daerah Kota Banjarmasin tidak akan mengeluarkan surat mutasi kepada pemain yang sudah dinyatakan lolos seleksi.

"Kita AFD Banjarmasin tidak akan memberikan mutasi kepada pemain futsal Banjarmasin yang sudah lama kita bina," kata Faisal Hakim Wakil Ketua AFD Banjarmasin, kemarin.

Sekiranya ada beberapa nama pemain futsal Banjarmasin bermaksud keluar dari tim Porprov karena belum ada kepastian mereka jasa mereka di pakai atau tidan di tim Porprov Banjarmasin.

"Kalau kami tidak lolos setidaknya kami bisa bermain di daerah lain. Tetapi sekarang nasib kami mengantung. Takutnya, entry by name sudah disahkan kami tidak dibutuhkan di tim Porprov Banjarmasin, kami tidak bisa tampil di Porprov," kata salah satu pemain yang tidak mau menyebutkan jati dirinya.

Dikatakanya, semua pemain yang ikut seleksi tin Porprov menginginkan tampil di Porprov Tabalong. "Kalau seperti ini nasib kami mengantung. Mau keluar dari tim Banjarmasin takutnya surat mutasinya tidak dikeluarkan AFD Banjarmasin begitu sebaliknya tetap ikuti aturan seleksi takut ketika entru by name sudah disahkan. Nama saya tidak masuk dalam pemain yang diterima seleksi," katanya.

Pelatih tim Futsal Banjarmasin, Edy Susanto, mengatakan saat ini tim Porprov Banjarmasin terus melakukan seleksi kepada pemain yang lolos tahap pertama. Pencoretan penciutan pemainnya akan dilakukan menjelang entry by name.

Ketua Bidang Prestasi KONI Kalsel, Gusti Perdana mengatakan, dalam pengesahaan KONI Kalsel bagi atlet yang tampil di Porprov nanti atlet yang memiliki E-KTP lain itu tidak sah.

Dikatakanya, hal tersebut diberlakukan untuk menghindari terjadinya keributan dalam pelaksanaan Porprov X Tabalong.

"Minimal dua tahun atlet berdomisili di daerah yang diwakilinya," jelas Gusti Perdana Kesuma. (*)

Penulis: Burhani Yunus
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved