Berita Kabupaten Banjar
Pinggang Sakit Belajar di Ruang Sempit, Cucu Bupati Minta Sekolah Diperbaiki
Keluhan serupa juga diungkapkan Mubarak. Murid kelas III B ini juga memfotokopi buku pelajarannya, lantaran terbakar bersama meja dan kursinya.
BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sudah sepekan terakhir, murid kelas III B belajar di musala SDN Jawa 5, Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura Kota, belajar di ruang musala. Pantauan di lokasi, Rabu (19/7) pagi, mereka duduk lesehan beralaskan sajadah, mereka pun belajar meskipun dengan sarana seadanya.
Ya, hal itu menyusul belum diperbaikinya ruang kelas mereka pascakebakaran Sabtu (10/7) malam. Atas kejadian tersebut, sebanyak 160 meja dan kursi mengalami kerusakan.
Salah satunya, prasarana yang semula dimiliki Siti Salma, murid kelas III B. Kursi dan mejanya terbakar, bocah berkerudung itu terpaksa membawa alas menulisnya sendiri dari rumah. "Bawa sendiri. Dibelikan ayah," ujar bocah itu dengan nada polos.
Salma juga mengaku kerap mengeluhkan rasa penat di pinggangnya. Selain itu, dengan kondisi ruangan musala yang sempit, murid kelas III B ini terpaksa duduk berdesakan. "Inginnya segera dibaikin Kai (kakek) Bupati," celoteh gadis yang merupakan cucu KH Khalilurrahman, Bupati Banjar, tersebut.
Keluhan serupa juga diungkapkan Mubarak. Murid kelas III B ini juga memfotokopi buku pelajarannya, lantaran terbakar bersama meja dan kursinya. "Bawa meja juga dari rumah, " ungkap dia.
Kepala SDN Jawa 5, Kaspul Anwar, saat ditemui membenarkan anak didiknya mengungsi ke ruangan lain. Di antaranya, musala dan perpustakaan. Karena akibat kebakaran, tujuh ruang kelas tidak bisa digunakan. "Sudah diperiksa petugas dari Dinas PU," imbuhnya.
Ia tambahkan, Kamis (20/7), sekolahnya akan diperiksa Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan. Meskipun kedatangan rombongan tersebut masih dalam meninjau, namun dirinya mengaku sangat bersyukur.
"Mudah-mudahan dengan kunjungan nanti, ada solusi terhadap perbaikan ruang kelas yang terbakar," tutupnya.
Terisah, Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalsel, Abdul Kamil Marisi, mengatakan, rombongan Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan akan memeriksa dua sekolah yang terkena musibah kebakaran. “Masing-masing, SDN Jawa 5 dan SDN 1 Landasan Ulin di Kota Banjarbaru,” sebutnya.
Meskipun Kamil mengaku sedikit heran, lantaran belakangan terakhir kerap terjadi musibah kebakaran melanda sekolahan. Dirinya menghimbau agar masing-masing sekolah lebih memperhatikan jaringan kabel listrik. (gha)
Baca Lengkap di Harian Metro Banjar Edisi Cetak Kamis (20/7/2017)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/metro-banjar-edisi-cetak_20170720_114325.jpg)