News Analysis
Pemda Harus Kreatif
PENGEMBANGAN bandara perintis memang lebih banyak ditangani oleh pemerintah daerah yang bekerja sama dengan pihak ketiga.
BANJARMASINPOST.CO.ID - PENGEMBANGAN bandara perintis memang lebih banyak ditangani oleh pemerintah daerah yang bekerja sama dengan pihak ketiga. Untuk pengembangan penerbangan peristis di Kalsel, masih lebih baik dibandingkan wilayah di Kalteng, karena di kalteng terkendala kekurangan pasar penumpang.
Namun untuk Kalsel hanya wilayah Kotabaru dan Tanahbumbu yang masih tinggi permintaan masyarakatnya untuk menggunakan transporatsi udara pesawat perintis. Kotabaru lebih berkembang sampai mencapai lebih tiga kali penerbangan dalam satu hari.
Nah, untuk Kotabaru memang dulunya ada rencana pengembangan bandaranya untuk diperluas lahannya dan sepertinya sampai saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Namun, biasanya pengembangan bandara perintis akan dapat dukungan kebijakan pemerintah pusat jika berkait pengembangan pariwisata lokal.
Mestinya, pemerintah daerah terus berupaya mengembangkan maupun mempertahankan penerbangan peristis karena sudah jalan, karena membangunnya dari awal akan lebih susah lagi. Maksudnya, jika pemda memilih tidak mengembangkan lagi, justru investasi yang sudah ada akan terbuang percuma. Padahal, jika pemda mampu berkreasi kebijakan dalam pengembangan bandara perintis dalam lima tahun ke depan akan menjadi sarana transportasi handal.
Pasalnya, transportasi ini sangat dibutuhkan bagi konstruksi geografis seperti wilayah Kalsel maupun Kalteng. Misalnya, fakta daerah Banyuwangi awalnya termasuk bandara perintis, namun karena kesuksesan pemdanya mengembangkan wisata daerahnya, daerah itu sudah mampu menyaingi Bali, dan bandara perintisnya sudah berkembang pada jenis pesawat garuda tipe jet exsplorer. Jalan alternatif mempertahankan dengan cara mengembangkan wisata lokal sampai tingkat mancanegara.