Berita Tanahlaut

Sembilan Warga Desa Ambawang Datangi Kantor Bupati, Mareka Pertanyakan Nasib Kebun Karetnya

Sembilan perwakilan warga Desa Ambawang, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut,pertanyakan nasib kebun karetnya

Sembilan Warga Desa Ambawang Datangi Kantor Bupati, Mareka Pertanyakan Nasib Kebun Karetnya
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Sembilan warga Desa Ambawang pertanyakan nasib kebun karetnya di Kantor Bupati Tanahlaut, Jumat (21/7/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Sembilan perwakilan warga Desa Ambawang, Kecamatan Batuampar, Kabupaten Tanahlaut, Provinsi Kalimantan Selatan mempertanyakan nasib kelangsungan perkebunan karet mereka.

Mereka mendatangi Kantor Bupati Tanahlaut di Jalan Anang Syairani, Kelurahan Angsau, Jumat (21/7/2017) itu, setelah gagal menemui orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanahlaut di kediaman dinas, Jalan Pancasila, Kelurahan Pelaihari atau sekitar tiga kilometer dari Kantor Bupati Tanahlaut.

"Kami sejak pagi dari Desa Ambawang ingin bertemu langsung dengan bupati mengenai rencana perusahaan perkebunan di Desa kami yang ingin membuat parit batas lahan HGU mereka.

Padahal sudah dua kali surat teguran Bupati Tanahlaut dilayangkan kepada pihak manajemen perusahaan agar tidak melakukan aktivitas karena dinilai mengganggu kegiatan petani menyadap hasil perkebunan karet dan menjaga situasi wilayah Tanahlaut tetap kondusif," ujar Simin, warga Desa Ambawang kepada BPost Online.

Beruntung, meski tak berhasil bertemu Bupati Tanahlaut Bambang Alamsyah, rombongan kecil warga Desa Ambawang itu ditemui Plt Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Tanahlaut, Bambang Kasudarisman.

Mantan Camat Pelaihari itu memberikan harapan kepada perwakilan warga Desa Ambawang terkait keresahan warga itu untuk disampaikan kepada manajemen perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

Warga Desa Ambawang menolak aktivitas pembersihan lahan atau aktivitas lainnya, seperti pembuatan parit batas lahan HGU karena khawatir berdampak dan menganggu kegiatan petani karet. Penolakan itu dengan cara mengadang alat berat jenis dozer pada 28 April 2017 dan unjukrasa damai di DPRD Tanahlaut pada 3 Mei 2017. (*)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved