Aksi Tolak Full Day School

Sekolah Masih Coba-coba Terapkan Full Day School

Beberapa sekolah swasta di Kota Banjarmasin sebenarnya sudah lebih dulu menerapkan, namun tidak lima hari dalam sepekan tapi enam hari.

Sekolah Masih Coba-coba Terapkan Full Day School
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Sabtu (22/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - MESKI belum ada petunjuk teknis, full day school tetap dilaksanakan di sejumlah kabupaten dan kota di Kalsel mulai tahun ajaran baru 2017/2018, baik SMA maupun SMP. Di antaranya di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Tapin, Tanahbumbu. Khusus Tanahbumbu, bahkan sudah menggelarnya sejak beberapa tahun lalu.

Beberapa sekolah swasta di Kota Banjarmasin sebenarnya sudah lebih dulu menerapkan, namun tidak lima hari dalam sepekan tapi enam hari. Adapun di Kota Banjarmasin untuk sekolah negeri reguler, baru SMPN 6 Banjarmasin menerapkan konsep lima hari sekolah ini.

“Kami sebagai salah satu sekolah rujukan, ditunjuk oleh Ditjen Pembinaan SMP Kemendikbud untuk melaksanakan konsep sekolah lima hari ini pada tahun pelajaran ini. Setahu kami baru SMP kami di Banjarmasin yang menerapkan,” kata Kepala SMPN 6 Banjarmasin Johanis.

Penerapan konsep lima hari sekolah, terang Johanis, siswa akan berada di sekolah mulai pukul 07.30 Wita sampai pukul 15.40 Wita. Sedangkan Sabtu dan Minggu, siswa diliburkan. Sementara sebelumnya, murid di sekolah hanya sampai pukul 13.45 Wita.

Sabdiana, guru Agama Katolik di SMPN 6 mengatakan, di sekolahnya gembar-gembor konsep lima hari sekolah sudah ada sejak dua tahun lalu. Jadwal pengajaran pun sudah disiapkan sambil melakukan sosialisasi ke para orangtua.

Adapun orangtua siswa SMPN 6 Banjarmasin Wiwin berpendapat, penerapan konsep lima hari sekolah punya sisi positif dan negatif. “Mudahan dibarengi kebijakan pendukung. Misal, anak tak perlu lagi ada les-les tambahan supaya bebannya belajar tidak terlalu tinggi. Kasihan juga kalau belajar terus,” katanya.

Ahmad Zurkani, Kasi Kurikulum dan Penilaian Disdikbud Kota Banjarmasin mengakui, di Banjarmasin baru SMPN 6 menerapkan konsep lima hari sekolah. “Mereka ditunjuk oleh Ditjen PSMP Kemendikbud, karena masuk dalam sekolah rujukan. Hanya beberapa yang ditunjuk. se-Indonesia hanya sekitar 50 SMP,” kata dia.

Nantinya, kata Zurkani, kajian akan dilakukan oleh tim Kemendikbud untuk melihat perkembangan perjalanan konsep lima hari sekolah ini. “Mereka (Kemendikbud) yang akan mengkaji lagi, apakah dilanjutkan atau tidak,” terangnya.

Sementara untuk sekolah lain, sesuai keputusan sebelumnya, tidak diwajibkan.

“Kebijakan tergantung kesiapan daerah masing-masing. Untuk keseluruhan, perlu ada kajian dulu. Dari orangtua, guru dan lainnya,” katanya.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved