Liga Indonesia

Ada Apa, Presiden Klub Madura United Sebut Liga 1 Kompetisi Paling Ekstrim di Dunia?

Pria yang akrab disapa AQ itu menilai jika kompetisi yang diberi nama Go-jek Traveloka Liga 1 itu merupakan kompetisi paling ekstrim di dunia.

Ada Apa, Presiden Klub Madura United Sebut Liga 1 Kompetisi Paling Ekstrim di Dunia?
surya/dya ayu
Achsanul Qosasi saat bersalaman dengan suporter Madura United. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANGKALAN - Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi lagi-lagi menyoroti gelaran Liga 1.

Pria yang akrab disapa AQ itu menilai jika kompetisi yang diberi nama Go-jek Traveloka Liga 1 itu merupakan kompetisi paling ekstrim di dunia.

Ia menilai segala sesuatu yang ada dan dijalankan dalam liga berjalan seenaknya sendiri tanpa ada standar yang jelas.

Tak hanya menyoroti segi teknis dan penyelenggara, AQ juga menilai perangkat pertandingan dan standar marquee player yang didatangkan klub juga masih jauh dari kata ideal.

"Liga ini benar-benar keras dan ekstrim. Jadwal padat, peraturan yang plin-plan, wasit yang ringan kartu, jam main dan agenda live (broadcast) yang tidak adil. Fans dan pemain yang mudah terbawa emosi, dan ada pemain asing yang tak layak ditiru," kata Achsanul Qosasi, Senin (24/7/2017).

Selain itu, pria asli Sumenep ini menilai mepetnya jadwal bertanding tim dan jarak yang harus ditempuh klub saat away juga perlu dipikirkan kembali.

Apalagi di bulan Juli ini Madura United harus berlaga 6 kali dalam sebulan.

Hal ini membuat penampilan pemain tak sempurna, sebab kondisi yang sudah terkuras harus dipaksakan untuk bermain.

"Seminggu main 3 kali dengan jarak ribuan kilometer, membuat emosi meninggi terpicu fisik yang kelelahan, rasa ingin menang dan takut kalah bercampur jadi satu," ujarnya.

Sementara itu, AQ juga menilai denda dari Komisi Disiplin (Komdis) yang dibebankan pada klub selama ini tidak memiliki standar dan acuan yang jelas, padahal klub harus membayar puluhan hingga ratusan juta.

Apalagi klub harus menanggung biaya setiap menjalani laga tandang yang menempuh jarak ribuan kilometer dengan biaya melebihi saat tour ke luar negeri.

"Pembebanan denda Komdis yang tanpa standarr dan acuan yang jelas, tambah lagi biaya perjalanan away melebihi keliling Eropa. Menurut saya inilah kompetisi paling ekstrim di dunia," jelas AQ. (*)

Berita ini sudah tayang di Surya.co.id berjudul: Presiden Klub Madura United Sebut Liga 1 Kompetisi Paling Ekstrim di Dunia, Ini Alasannya

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Surya Online
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved