Jendela Dunia

Lelaki Palestina Tusuk Leher Warga Israel, Ternyata Salah Sasaran

"Seorang warga dari Qalqilya, berumur 21 tahun, menikam seorang Israel di leher dengan pisau"

AFP PHOTO
Warga Palestina menjalankan ibadah Shalat Jumat di luar pintu masuk menuju kawasan Kota Tua Yerusalem di depan Masjid Al-Aqsa, Jumat (21/7/2017). Israel melarang pria Palestina yang berusia di bawah 50 tahun untuk masuk ke kawasan Kota Tua dan menjalani Shalat Jumat, menyusul insiden penembakan dua polisi Israel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JERUSALEM - Seorang warga Palestina menikam leher seorang warga Israel di restoran cepat saji di Petah Tikva, dekat Tel Aviv, Senin (24/7/2017).

"Seorang warga dari Qalqilya, berumur 21 tahun, menikam seorang Israel di leher dengan pisau," demikian keterangan polisi setempat yang dikutip AFP.

Disebutkan, penyerang mencoba melarikan diri seusai melakukan aksinya, namun polisi dapat langsung menangkapnya.

Korban penusukan, seorang pria warga Israel keturunan Arab berusia 32 tahun tersebut, luput dari maut.

Polisi menduga penyerang tersebut mungkin mengira sasarannya adalah seorang Yahudi.

Serangan tersebut merupakan aksi terbaru dalam rangkaian tindak kekerasan sejak 14 Juli lalu.

Saat itu, tiga orang keturunan Arab membunuh dua penjaga keamanan Israel di dekat kompleks masjid Haram al-Sharif, di Jerusalem.

Ketiganya kemudian ditembak mati di pekarangan Masjid Al-Aqsa.

Sebagai tanggapan, Israel kini memasang detektor logam di pintu masuk ke lokasi masjid itu.

Kebijakan ini kemudian memicu gelombang demonstrasi dan bentrokan besar di mana lima orang Palestina telah terbunuh hingga hari ini.

Tiga orang Israel juga tewas Jumat lalu, ketika seorang warga Palestina masuk ke sebuah rumah di permukiman Yahudi di Tepi Barat, dan menikam para korban.

Berita ini dipublikasikan kompas.com dengan Judul "Penyerangan Terjadi Lagi, Lelaki Palestina Tusuk Leher Warga Israel"

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved