Berita Banjarmasin
Pasar Terapung Dipromosikan di Canberra
Salah satu yang dipasarkan kepada masyarakat Australia adalah Pasar Terapung. Saat ini sedang dipromosikan di Canberra.
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jangan heran bila nanti banyak turis Australia berkunjung ke Banjarmasin. Sebabnya, destiansi wisata setempat sedang dipromosikan jajaran Kedutaan Besar Indonesia secara gencar.
Salah satu yang dipasarkan kepada masyarakat Australia adalah Pasar Terapung. Saat ini sedang dipromosikan di Canberra. Dilansir dari Tribunnews.com, promosi tersebut dilakukan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
Terkait hal itu, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Banjarmasin, Khuzaimi, merasa beruntung karena wisata yang dikelola dinasnya telah menyebar di negara benua tersebut.
"Kami sangat bangga sekali bahwa Pasar Terapung bisa mendunia. Harapan kami, wisatawan mancanegara akan banyak berkunjung," ucap lelaki yang akrab disapa Jimi itu, Minggu (23/7).
Terlebih lagi menurutnya, destinasi Pasar Terapung merupakan wisata budaya unik yang dipunyai Banjarmasin. Apalagi, ada dua pasar terapung yang dimiliki Banjarmasin, yakni Pasar
Terapung di Kuin dan Pasar Terapung di kawasan siring Jalan Kapten Piere Tendean.
Bersamaan waktu, dirinya sedang memperkenalkan pula toko apung yang menjual peralatan rumah tangga dan peralatan kelotok di kawasan Muara Mantuil dan Muara Kuin.
Ia pun mengingatkan, menjadi keindahan tersendiri wisata Pasar Terapung tersebut bila menyusuri sungai-sungai yang ada. Di antaranya adalah Sungai Martapura dan sungai besar, Barito.
Ditambahkannya pula, para turis mancanegara lebih menyukai kelotok terbuka untuk menyusuri sungai. "Dari pantauan kami setiap minggu, selalu ada saja turis mancanegara di Pasar Terapung," imbuhnya.
Lantas ia pun berharap Pasar Terapung akan tetap lestari. Tetap mencerminkan budaya sungai dan budaya Banjar. Karena setidaknya, Pasar Terapung sudah berusia 500 tahun sehingga patut dijaga kelokalannya.
"Kita semua harus tetap melestarikan dan tidak boleh mengubah gaya pedagangnya, baik itu apa yang dijual, cara pakaian dan cara berjualan. Hal yang dipertahankan adalah mereka berjualan buah lokal. Jadi, Banjarmasin adalah termasuk satu kota yang mempertahankan konsep budaya yang masyarakatnya menikmati buah lokal," urai dia.
Saat ini konsep Pasar Terapung adalah membatasi pedagang yang ada. Tambahan lagi, sedang berupaya mempercantik dermaga Pasar Terapung di kawasan siring Jalan Kapten Piere Tendean.
“Saat ini sedang proses lelang pembangunan dermaga apung itu,” ungkapnya.
Sementara itu, seorang sukarelawan sekaligus satuan petugas wisata Kota Banjarmasin, yakni Nazmi, mengatakan, ada baiknya Pasar Tterapung menjadi lebih maju. Harus lebih dipromosikan dengan memanfaatkan media sosial.
"Karena zamannya sekarang ini adalah media sosial, lebih mengeksplore lagi Pasar Terapung milik kita ini," lontarnya. (ell)
Baca Lengkap di Harian Metro Banjar edisi Cetak, Senin (24/7/2017)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/metro-banjar-edisi-cetak_20170724_111915.jpg)