Breaking News:

ekonomi dan bisnis

Trader Banua Manfaatkan Berita Negatif Jadi Peluang

Trader banua tidak terpengaruh dengan berita negatif pada kasus beras oplosan dengan brand merek Maknyuss dan Ayam Jago.

Penulis: | Editor: Elpianur Achmad
banjarmasinpost.co.id/hasby
BNI Sekuritas Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Trader banua tidak terpengaruh dengan berita negatif pada kasus beras oplosan dengan brand merek Maknyuss dan Ayam Jago. Hal ini terlihat dari aktivitas perdagangan di saham AISA berhasil rebound. 

Beberapa trader banua berhasil memanfaatkan berita negatif tersebut menjadi peluang keuntungan, setelah beberapa analis mengeluarkan pendapat, bahwa induk usaha PT Indo Beras Unggu (IBU) yang tak lain adalah anak dari perusahaan PT AISA (Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk) memberikan public expose. 

Branch Manager BNI Sekuritas Banjarmasin, Yuniar Fariza Darmawan mengatakan, dpaparannya PT AISA Tbk melalui anaknya PT IBU tidak pernah menggunakan beras sejahtera, namun mendapatkan gabah umum melalui mekanisme pasar yang ada dan yang selama ini berada di pasar. 

Hal ini menjadi perhatian penuh dari trader banua, dengan sikap yang tenang dalam mengambil keputusan investasi maupun trading, tidak gegabah dan selalu update terhadap perkembangan pasar, mampu membalikan kondisi perdagangan saham AISA yang sempat terhempas ambruk 25 persen diharga terendah posisi Rp 905 mampu di tutup naik di posisi Rp 1.255.

"Dunia paper assets dalam hal ini salah satunya saham begitu sensitif. Begitu ada sentimen baik itu positif maupun negatif akan sangat mudah berimbas, sehingga perlu ada sikap tenang dalam menganalisa segala situasi dan kondisi," katanya, Selasa (25/7).

Sementara Indeks global merespon laporan data International Moneter Fund (IMF) yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global akan tumbuh 3,5 persen di FY 2017 dan 3,6 persen di FY 2018. 

IMF memproyeksikan pertumbuhan AS akan melemah dibandingkan proyeksi April lalu karena kebijakan fiskal AS diperkirakan tidak akan seagresif seperti ekspektasi sebelumnya. 

Kendati demikian, IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan di Jepang, Eropa dan China seiring positifnya perkembangan di negara-negara tersebut. Selain itu, data penjualan rumah lama di AS periode Juni 2017 turun menjadi 5,52 juta, lebih rendah dari estimasi yakni 5,58 juta. 

"Hari ini akan dirilis data kepercayaan konsumen oleh Conference Board (CB) AS periode Juli 2017 yang diperkirakan turun menjadi 116,5 dari sebelumnya 118,9 di Juni 2017," jelasnya.

Sementara dalam negeri kemarin IHSG ditutup menguat tipis 0,6 persen ke level 5.801 diikuti dengan penguatan di sektor infrastruktur (+1,4%) dan keuangan (+1,0%). 

Penguatan IHSG ditengah tekanan aksi jual investor asing di pasar saham. Investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 321 miliar dengan penjualan paling banyak di saham TLKM, ASII, dan BMRI.

"Kami menilai pergerakan IHSG dalam pekan ini akan kembali menguat seiring dengan proyeksi IMF yang memperkirakan perekonomian di emerging market dan negara berkembang akan melanjutkan penguatannya dari 4,3 persen di 2016 menjadi 4,6 persen di 2017, dan 4,8 persen di 2018," bebernya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved