Gejolak Harga Garam

Tiba-tiba Harga Garam Naik 300 Persen Setelah 20 Tahun

Di Pasar Lama Banjarmasin, harga eceran garam cap Kapal Layar ukuran 250 gram dijual Rp 4.000. Sebelumnya harganya Rp 1.000.

Tiba-tiba Harga Garam Naik 300 Persen Setelah 20 Tahun
Halaman 1 Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Jumat (28/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemilik Rumah Makan Sambal Acan Raja Banjar di Banjarmasin , Aulia Abdi pusing gara-gara kelangkaan garam. Dampaknya harga garam pun melonjak tajam. Bagi pengelola rumah makan seperti Aulia, sudah pasti biaya produksi naik.

Meski begitu, Aulia mengaku tidak berani membebankan kepada konsumen dengan menaikkan harga. "Iya, naik tinggi harga garam. Biasa Rp 45 ribuan per pak, tetapi beberapa hari ini naik sampai Rp 120 ribu," tutur Aulia, Kamis (27/7).

Dia menyebut, kenaikan harga garam menjadi risiko baginya karena tidak mungkin menaikkan harga jual makanan. Jika tetap membebankan kepada konsumen, dia khawatir konsumen beralih ke rumah makan lain. Apalagi sekarang persaingan usaha kuliner makin ketat.

Setiap bulannya, Rumah Makan Sambal Acan Raja Banjar memerlukan dua pak lebih garam. Satu pak kecil berisi 40 bungkus, harga per pak Rp 48.000, tetapi kini menjadi Rp 140.000 per pak.

Dia mengharapkan ada upaya dari pemerintah daerah menstabilkan harga garam. Mengingat para pelaku usaha rumah makan atau kuliner yang saat ini berkembang pesat di Banjarmasin, tentu sangat memerlukan bumbu penyedap itu.

Beda dari Aulia, Rusmin Nuryadin, pemilik Kedai Bubur Bunda, berujar, kenaikan harga garam belum memberikan pengaruh. Pihaknya dalam satu bulan memerlukan 20 bal garam, untuk satu warung. "Kami tidak menaikan harga, karena kenaikan harga garam saat ini masih bisa ditahani," tambahnya.

Sejak beberapa hari lalu, pasokan garam dari Pulau Jawa khususnya Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta berkurang. Harga garam pun melonjak berkali-kali lipat. Kabar beredar kelangkaan sebenarnya berlangsung sejak beberapa bulan lalu akibat gagal panen.

Kalsel yang mendapat pasokan garam dari Pulau Jawa terkena imbasnya. Meskipun masih ada di pasaran, harganya melonjak tajam. Harga garam yang biasanya Rp 1.000 per bungkus kecil kini menjadi Rp 3.000. Jumlah yang beredar pun tak banyak.

“Sudah sejak beberapa bulan lalu garam kosong, jadinya mahal,” ucap Hani, pedagang kelontong di Sungai Lulut, Banjarmasin Timur.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved