Gejolak Harga Garam

Kebutuhan Mendesak, Pemerintah Putuskan Impor dari Australia

Pemerintah sepakat melakukan importasi garam dari negeri kangguru guna mengatasi kelangkaan garam konsumsi yang terjadi saat ini.

Kebutuhan Mendesak, Pemerintah Putuskan Impor dari Australia
Halaman 1 harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Sabtu (29/7/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sebanyak 75.000 ton garam dari Australia bakal masuk ke Indonesia. Pemerintah sepakat melakukan importasi garam dari negeri kangguru guna mengatasi kelangkaan garam konsumsi yang terjadi saat ini.

Keputusan importasi garam, kata Oke Nurwan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, diambil setelah melalui rapat dengan berbagai kementerian dan lembaga.

“Kebutuhan mendesak, kami tugaskan PT Garam impor garam bahan baku untuk garam konsumsi, itu istilahnya. Impor 75.000 ton setelah melakukan berbagai pertimbangan bersama antara kementerian dan lembaga yang dikoordinasi KKP tentang produksi dalam negeri,” jelas Oke, di Kemendag, Jakarta, Jumat (28/7).

Sebanyak 75 ribu ton garam asal Australia bakal masuk melalui tiga pelabuhan antara lain Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Belawan Sumatra, dan Pelabuhan Ciwandan Banten pada 10 Agustus 2017 mendatang.

Ditambahkan Brahmantya Satyamurti Poerwadi, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, importasi garam dilakukan akibat terjadinya kelangkaan pasokan garam yang dipicu anomali cuaca yang tidak menentu.

“Idealnya garam dipanen 10 hari, agar kadar airnya cukup. Dengan kondisi tidak menentu seperti saat ini garam sudah dipanen dalam waktu 3-5 hari,” katanya.

DI tempat yang sama, Brigjen Pol Agung Setya, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawalan terkait importasi garam yang dilakukan pemerintah agar tidak terjadi penyimpangan.

“Kami dari Satgas Pangan ada dari KKP juga kami kawal, dampingi pengadaan garam sampai ke end user (konsumen). Kami ingin pastikan proses tidak ada rembesan di daerah. Ini kami harap berjalan baik dan distribusi garam lancar sampai tujuan,” jelasnya.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pihaknya sudah menerbitkan izin impor garam untuk industri. “Saya keluarkan izin (impor garam) untuk industri. Aman sudah,” kata Enggartiasto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

Menurut Enggartiasto, keputusan itu berdasar rapat di Kantor Wakil Presiden, yang menyepakati rekomendasi impor garam dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diserahkan kepada Kementerian Perdagangan. (kompas.com)

Baca lengkap di harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Sabtu (29/7/2017)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved