Berita Banjarmasin

Taman Vertikal di Kawasan Kuliner Baiman Mati, Lihat Kondisinya

Diterangkan Sahrudin, pedagang bingka yang saat itu sedang menyiram tumbuhan di pot kalau tanaman itu mati semenjak setengah bulan lalu.

Taman Vertikal di Kawasan Kuliner Baiman Mati, Lihat Kondisinya
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Taman Vertikal di kawasan Kuliner Baiman Jalan A Yani Km 4 Banjarmasin, layu dan mengering. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tanaman pada taman vertikal Kuliner Baiman, Jalan Ayani Km 4 Banjarmasin mati. Dari pantauan Bpost, tanaman tersebut nampak terbakar oleh panasnya matahari. Tumbuhan taman yang awalnya hijau berubah menjadi coklat. Sebagian tempat tanaman juga tidak ditumbuhi lagi, Sabtu (5/8).

Diterangkan Sahrudin, pedagang bingka yang saat itu sedang menyiram tumbuhan di pot kalau tanaman itu mati semenjak setengah bulan lalu. Hal itu dikarenakan tidak bisanya mesin memompa air untuk menyirami tumbuhan taman vertikal tersebut.

"Kemungkinan pipanya tersumbat. Kendalanya air tidak mau naik dari mesin, lantaran di saringan mesinnya tersumbat sampah, " ucap Sahrudin.

Ia juga mengatakan sebelumnya akibat pasang surutnya air, saringan sempat menggantung. Namun ia beserta pedagang lainnya berinisiatif untuk menyambung saringan tersebut. Sehingga air penyiraman yang sebelumnya lima hari tidak naik kemudian mengalir lagi.

"Tapi saat ini mesinnya sudah di bawa Dinas Koperasi. Katanya akan diperbaiki dan ditanami kembali," terang lelaki tersebut.

Merasa peduli terhadap tanaman yang ada dan keindahan taman vertikal, Sahrudin pun mengatakan ada baiknya jika sungai di pasangi siring. Khususnya untuk penempatan mesin agar sampah tidak terhisap ke pompa penyaringan.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Priyo Eko mengatakan memang air penyiraman untuk taman vertikal tersebut sedang macet. Hal itu diketahui setelah pihaknya memeriksa kondisi distribusi air ke pipa penyiraman.

"Pompa airnya macet karena airnya ngambil dari sungai dan akhirnya kemasukan sampah. Tapi ini akan diperbaiki," terangnya.

Saat ini ia mengatakan pompa air tersebut akan diperbaiki. Selain itu akan ditambahkan tandon untuk penempatan air sehingga mempermudah penyiraman.

Ia pun meakui kalau dinasnya tidak bisa menangani taman vertikal tersebut. Sehingga pihaknya berencana akan menyerahkan pemeliharaan dan pengelolaan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin.

Namun sebelum diserahkan. Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin akan bertanggung jawab terkait perbaikan. Priyo mengatakan akan memperbaiki taman terlebih dahulu sebelum diserahkan.

Awalnya Priyo mengira bisa saja menjalankan air dengan menggunakan satu pipa. Terpenting ada air. Namun ternyata hal itu di luar perkiraannya.

Priyo baru mengetahui perlu dua pipa untuk distribusi air sebagai penyiraman taman vertikal. Satu untuk tandon dan satu untuk distribusi air.

"Kami hanya menggiranya hanya satu pipa, langsung diatas, dikasih timer sehingga tidak pernah kami cek lagi karena sibuk mengurus PKL Siring, " terangnya.(ell)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved