Travel Guide

Eksotisme Riam Hanai dan Barajang

Alternatif lain seandainya ingin mencoba tracking ke gunung, jaraknya sekitar 20-30 kilometer dan bila berjalan kaki kurang lebih empat jam.

Editor: Elpianur Achmad
Halaman 16 Harian Banjarmasin Post Edisi Minggu (6/8/2017) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Cuaca kurang bersahabat di bulan Juni lalu, tak menyurutkan Widya Maulidina bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam Ormawa Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat bertolak menuju air terjun Riam Hanai dan Riam Barajang.

Dua lokasi tujuan mereka itu berada di kawasan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Mengendarai sepeda motor matic, Widya dan kawan-kawan berangkat dari Banjarmasin, Senin, 12 Juni 2017 sekitar pukul 10.00 Wita.

"Perjalanan menuju ke sana kurang lebih lima jam. Sebabnya, terkendala hujan deras saat di Kota Rantau, Kabupaten Tapin," paparnya.

Sebenarnya untuk menuju air terjun, menurut sepengetahuan mahasiswi semester lima Keperawatan Fakultas Kedokteran ULM itu ada dua jalan. "Jalan terdekat bisa langsung lewat jembatan gantung sama balai adat Malarism, berjalan kurang lebih 15 menitan saja dari Mount Meratus Resort," katanya.

Alternatif lain seandainya ingin mencoba tracking ke gunung, jaraknya sekitar 20-30 kilometer dan bila berjalan kaki kurang lebih empat jam.

Bagi pecinta Travelling Banua, biaya yang diperlukan untuk menuju kesana kurang lebih Rp 100.000 hingga Rp 200.000 untuk bensin dan makan selama dalam perjalanan.

"Biaya tiket masuk ke tempat wisata tersebut biasanya sekitar Rp 20.000. Jika ingin bermalam di sana, terdapat banyak sekali penginapan dengan beragam harga dan fasilitas dari Rp 150.000 hingga Rp 500.000 ke atas," katanya.

Sedangkan untuk makanan, harga kurang lebih saja seperti di Banjarmasin. Namun untuk makanan ringan agak sedikit mahal jadi sebaiknya membawa sendiri.

Dia pun bercerita, jalan menuju air terjun, sangat berkelak-kelok, Jadi, untuk para pengendara disarankan sangat berhati-hati, karena banyak sekali tikungan tajam serta tanjakan naik turun khas pegunungan.

"Sebelum sampai di air terjun, melewati jembatan gantung dan balai adat Malaris. Sesampainya saya di sana kurang lebih pukul 16.00 Wita, saya disambut dengan udara yang sangat sejuk sekali karena berada di daerah pegunungan, dingin banget. Mungkin karena musim hujan," katanya.

Dijelaskan Widya, terdapat tiga rute air terjun disana yakn Riam Hanai, Haratai, dan Riam Barajang. "Saya memilih dua air terjun terdekat, yaitu Riam Hanai dan Riam Barajang. Air terjunnya sangat jernih, dingin dan menyegarkan. Pemandangannya pun sangatlah cantik. Lelah kami terbayarkan dengan semua keindahan alam yang disuguhkan di objek wisata itu," cerita Duta Gen-Re Kalsel 2016 ini.

Tempat yang sangat rindang dan dikelilingi hutan tropis, menjadikan tempat ini sangat sejuk dan nyaman untuk dikunjungi. "Jika kalian ingin mendatangi, jangan lupa untuk bersantai di atas bebatuan. Namun hati-hati apabila ingin menyeberangi sungainya atau jika tidak berani untuk menyeberangi sungainya. Alangkah baiknya kalian tidak usah ke batu-batu di tengah sungai.

Meski tidak terlalu dalam sungainya, tapi arus sungai bisa membuat kita terseret arus,"
tandasnya.

Hari mulai senja, Widya dan kawan-kawan pun harus beranjak pergi meninggalkan tempat wisata tersebut. (ful)

Baca ini telah diterbitkan di Harian Banjarmasin Post Edisi Cetak Minggu (6/8/2017)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved