Berita Jakarta

Mantap! Teroris Umar Patek Bakal Jadi Petugas Paskibra di Lapas Porong Besok

Umar menjadi petugas pengibar bendera bukan karena paksaan atau tekanan dari pihak tertentu, melainkan murni dari keinginan sendiri.

Tayang:
Editor: Didik Triomarsidi
Istimewa
Umar Patek mengibarkan bendera merah putih saat peringatan Harkitnas di Lapas Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, 2015. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Terpidana 20 tahun penjara kasus terorisme, Umar Patek alias Hisyam bin Alizein, akan menjadi petugas pengibar bendera merah putih dalam upacara peringatan kemerdekaan Indonesia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Porong Sidoarjo, besok.

Kepala Biro Humas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Lilik Bambang menjelaskan, Umar menjadi petugas pengibar bendera bukan karena paksaan atau tekanan dari pihak tertentu, melainkan murni dari keinginan sendiri.

“Dia menjadi petugas pengibar bendera tanpa syarat apa pun diberikan kepadanya. Ini murni karena Umar cinta kepada bangsa dan tidak ada perlakuan khusus diberikan kepadanya,” ujar Lilik dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Lilik menjelaskan, Umar sebagai petugas pengibar bendera merah putih dalam acara resmi di Lapas Porong Sidoarjo, bukanlah yang pertama kali dilakukannya. Umar pertama kali menjadi petugas pengibar bendera dalam peringatan hari Kebangkitan Nasional pada 2015 silam. Namun untuk upacara peringatan hari kemerdekaan, ini yang akan menjadi kali pertama.

"Menjadi petugas pengibar bendera merah putih di upacara Kemerdekaan Indonesia baru pertama kali dilakukannya,” kata dia.

Kata Lilik, Umar bersedia ikut menjadi petugas upacara Kemerdekaan Indonesia, menunjukan upaya proses pembinaan terhadap WBP di Lapas Porong oleh petugas Pemasyarakatan berjalan dengan baik.

Walau demikian, pembinaan WBP teroris di Lapas Porong tidaklah berjalan sendiri. Sebab, ada dukungan yang besar dari pihak lain. Semisal, dari Badan Nasional Penanggulan Teroris (BNPT) yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan untuk menangani proses deradikalisasi kepada WBP terorisme.

"Kerja sama yang sangat bagus ini akan terus kita tingkatkan,” ujarnya.

Lilik menuturkan, selain ada sosok Umar Patek yang menjalani hukuman di Lapas Porong. Juga terdapat beberapa nama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beken lainnya di sana. Sebut saja Suud Rusli, terpidana hukuman mati untuk kasus pembunuhan bos Asyaba Boedyharto Angsono dan pengawalnya, Edy Siyep.

Bahkan, yang melatih Umar Patek menjadi petugas pengibar bendera pada upacara peringatan kemerdekaan Indonesia besok, kata Lilik, adalah Suud Rusli, yang merupakan mantan anggota Marinir. Pembinaan kepada WBP di Lapas Porong juga melihat potensi yang dimilik Suud Rusli sebagai mantan tentara, yang memiliki skill baris-berbaris dalam upacara.

“Petugas Lapas Porong meminta kepada Suud Rusli untuk mengajarkan tata cara penaikan bendera kepada Umar Patek,” ungkapnya.

Apa yang dilakukan Umar Patek diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada WBP lainnya, terutama kepada WBP kasus terorisme, supaya sadar dan kembali memberikan yang terbaik kepada Tanah Air.

"Semoga langkah Umar Patek menjadi inspirasi WBP lain untuk ikut bertobat dan kembali ke jalan yang benar,” harap Lilik. (*)

Berita ini dipublikasikan wartakota.co.id dengan Judul "Besok Umar Patek Jadi Petugas Pengibar Bendera di Lapas Porong"

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved