Berita Banjarmasin

Bekuk Kawanan Pembobol Indomart dan Alfamart di Kalsel dan Kalteng, Ini yang Ditemukan Polisi

Ketiganya ditangkap petugas di tiga tempat terpisah. Malah satu pelaku sempat dihadiahi timah panas oleh petugas gabungan karena mencoba kabur.

Bekuk Kawanan Pembobol Indomart dan Alfamart di Kalsel dan Kalteng, Ini yang Ditemukan Polisi
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Kawanan pembobol ritel modern dibekuk tim gabungan Polda Kalsel, Polres Batola, Polres Banjarmasin dan Polres Kapuas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kawanan pembobol toko retail seperti Alfamart dan Indomart serta toko sembako  di beberapa tempat baik Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah diciduk aparat gabungan Resmob Polda Kalsel, Jatanras Polres Batola, Polres Banjarbaru, dan Jatanras Polres Kapuas

Mereka yakni Ariyadi (43) warga Haur Kuning RT16, Kelurahan Murung Raya Banjarmasin Selatan, Arif Yahya (36) warga Jalan Keramat 1 RT16 Kelurahan Sei Bilu dan Arianto (34) waga Jalan Kelayan Ujung Banjarmasin Timur

Ketiganya ditangkap petugas di tiga tempat terpisah. Malah satu pelaku sempat dihadiahi timah panas oleh petugas gabungan karena mencoba melarikan diri. Kawanan ini sendiri dalam aksinya cukup berani dan penuh perhitungan.

Dimana mereka membobol toko retail yang berada di daerah sepi. Aksi para kawanan ini pun berhasil menggondol barang-barang seperti baju, celana, mesin genset, kipas angin, pampers, hingga meterai dan lain-lain.

Dalam penangkapan ini petugas juga menemukan empat paket sabu pada tersangka Arianto.

Kapolda Brigjen Rachmat Mulyana didampingi Direktur Kriminal Umum Kombes Sofyan Hidayat, Senin (28/8) siang mengatakan kawanan ini sebelum beraksi lebih dulu melakukan pemantauan terhadap lokasi yang akan dibobol.

Pelaku pembobol sendiri dilakukan oleh oleh Arianto dan Amang Upi (DPO) langsung beraksi dengan peralatan yang sudah dibawa oleh para pelaku.

Sementara untuk tersangka Ariyadi dan Arif memantau lokasi di luar toko. Setelah berhasil menggasak barang-narang yang ada para pelaku pun kabur dengan menggunakan sebuah mobil dan menjual hasilnya di Pasar Sudimampir.

"Modus mereka cukup berani dimana Arif, Arianto, dan Amang Upi (DPO) adalah residivis, " papar Rachmat. (*)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved