Berita Balangan

Selama Agustus Tiga Titik Api Muncul, BPBD Patroli Setiap Hari ke lokasi Rawan Karhutla

Sejak awal memasuki musim panas atau kemarau di Kabupaten Balangan awal Agustus 2017 kemarin, sudah terjadi tiga titik api yang terpantau

Tayang:
Penulis: Elhami | Editor: Eka Dinayanti
istimewa
salah satu titik lokasi api yang ditemukan awal agustus yaitu di desa hukai kec juai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Sejak awal memasuki musim panas atau kemarau di Kabupaten Balangan awal Agustus 2017 kemarin, sudah terjadi tiga titik api yang terpantau oleh pihak BPBD Balangan.

Informasi diperoleh titik api pertama muncul di Desa Hukai Kecamatan Juai, kemudian di lokasi Juai dan Halong tepatnya ditambang PT Adaro Indonesia sempat dua kali muncul titip api.

Namun ketiga titik api yang muncul tersebut dengan segera diatasi oleh tim gabungan BPBD, Polri dan TNI serta bersama masyarakat.

Kepala BPBD Balangan Alive Yoesfah Love mengatakan, titik api di Bumi Sanggam masih kecil, tahun 2017 baru tiga titik yang muncul dan terpantau satelit noa yaitu pada bulan Agustus 2017.

Menurutnya, antisipasi sejak dini sudah dilakukan salah satunya pembangunan posko karhutla pada pertengahan bulan Juli lalu, sehingga anggota sudah standby dilapangan.

"Di posko kami sudah siapkan perlengkapan seperti mobil damkar, alat semprot gedung, serta mobil tandon yang modifikasi, selain itu pihak TNI dan Polri juga ada," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan Alive, selain tiga titik tersebut ada beberapa wilayah di Kabupaten Balangan yang juga harus diwaspadai karhutla yaitu di wilayah Juai, Halong, Lampihong dan Batumandi.

Menurutnya, diantara daerah tersebut memang ada daerah yang cukup sulit untuk dijangkau pada saat terjadi karhutla sehingga disiapkan alat khusus seperti alat yang ringan yang bisa dibawa ke lokasi.

Lebih lanjut Alive mengharapkan kepada masyarakat agar tidak memanfaatkan musim panas atau kemarau ini untuk membuka lahan dengan cara membakar.

Untuk mengantisipasi hal itu pihak BPBD berupaya memberikan imbauan dengan cara patroli setiap hari ke daerah yang memang rawan karhutla.

"Tak hanya di posko standby, kami juga patroli kontinyu di lapangan menggunakan mobil, jika ada warga yang terlihat membakar lahan akan diberi imbauan," ungkapnya.

Masih menurut Alive selain mulai mewaspadai karhutla, pihaknya juga terus mewaspadai adanya cuaca hujan secara tiba-tiba yang masih berlangsung di Balangan.

"Musim panas atau kemarau sudah resmi masuk, tapi kepada masyarakat agar tetap waspada adanya curah hujan, selain mengimbau agar jangan membakar lahan saat ingin membuka lahan," pungkasnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved