Berita Banjarmasin
Sesungguhnya Idul Adha Lebih Baik Dari Idulfitri, Begini Penjelasan Ustad Basalamah
Meskipun di Indonesia hari raya Idul Fitri lebih ramai ketimbang Idul Adha, sebenarnya Idul Adha lebih afdol daripada Idul Fitri.
Penulis: Restudia | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID - Hari raya kurban atau Hari Raya Idul Adha 1438 H jatuh pada tanggal Jumat, 1 September 2017.
Meskipun di Indonesia hari raya Idul Fitri lebih ramai ketimbang Idul Adha, sebenarnya Idul Adha lebih afdol daripada Idul Fitri.
Seperti diungkapkan Ustaz Dr Khalid Basalamah. Usai melaksanakan salat Idul Fitri biasanya umat Islam banyak yang menggunakannya untuk bersilaturahmi atau mengunjungi berbagai tempat wisata.
Tetapi usai Idul Adha, umat Islam dilanjutkan dengan ibadah, berkurban. Dalam ayat kedua surat Al Kautsar, 'fasolli lirobbika wanhar', (maka dirikanlah salat karena tuhanmu dan berkurbanlah).
"Salat kalian, lalu sembelih. Paling afdol sesudah Idul Adha langsung sembelih. Itu paling besar pahalanya, walaupun kita punya kesempatan empat hari. hari Idul Adha dan hari raya tasyrik".
Selain mengejar hari raya berkurban, Allah SWT juga memerintahkan mengejar 10 hari sebelum hari raya Idul Adha.
Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah adalah hari yang paling mulia sepanjang tahun. Amalan terkecil di bulab Dzulhijjah, bahkan mengalahkan amalan mati syahid.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari, rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”.
"Ucapkan subhanallah satu kali, baca satu ayat, sadaqah Rp 1000 misalnya, lebih besar pahalanya, baik yang sunah, apalagi yang wajib", jelasnya.
Jihadpun di jalan Allah, tidak bisa mengalahkan amalan 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.
"Seorang laki-laki yang berperang membawa jiwanya dan seluruh hartanya. Punya Rp 10 miliar habis semua, dia mati syahid, baru bisa menyamai amal sunah di bulan Dzulhijjah".
Dia menjelaskan 10 malam di awal bulan Dzulhijjah bahkan menyaingi 10 malam akhir Ramadan.
"Di 10 malam Ramadan kita disuruh mengejar Lailatul Qadar, hanya satu malam saja dan itupun hanya satu malam dan hanya malam ganjil. Sementara di 10 awal bulan Dzulhijjah, Allah disuruh mengejar di setiap malamnya".(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/idul-adha_20170831_202336.jpg)