Breaking News:

Berita Regional

Serang Pramugari Gara-gara Hal Ini, Penumpang Citilink Ini Diturunkan Paksa di Bandara Kualanamu

Hal itu terjadi setelah pramugari merasa mendapat perlakuan tak semestinya dari salah satu penumpang saat pesawat akan terbang.

TRIBUN/DANY PERMANA
Petugas menarik pesawat Airbus A320 milik maskapai penerbangan Citilink ke Hanggar 2 Garuda Maintenance Facilities (GMF) Garuda Indonesia, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Minggu (26/5/2013), untuk diperkenalkan kepada publik. Pesawat Airbus A320 tersebut merupakan pesanan ke-22 dari 29 pesawat yang didatangkan langsung dari Toulouse, Prancis, dan dihadirkan untuk memperkuat pelayanan maskapai penerbangan biaya rendah Citilink. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA  - Insiden penurunan paksa penumpang terjadi di pesawat Citilink di Bandara Kualanamu, Medan, Senin (4/9/2017) lalu. Hal itu terjadi setelah pramugari merasa mendapat perlakuan tak semestinya dari salah satu penumpang saat pesawat akan terbang.

Manajemen Citilinik menyatakan, langkah tersebut sudah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku di maskapainya,

Citilink Indonesia menjelaskan, insiden penurunan penumpang itu terjadi di penerbangan Citilink QG 837 rute Kualanamu (Medan) – Cengkareng, Tangerang, Senin (4/9) pukul 09.40 WIB dan sempatmenyebabkan terjadinya keterlambatan penerbangan sekitar satu jam.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, penurunan penumpang terjadi saat proses boarding ke dalam pesawat. Insiden berawal dari cekcok mulut antara penumpang pria yang duduk di barisan kursi depan dengan pramugari Citilink Indonesia terkait barang bawaan penumpang yang diketahui melebihi ketentuan penerbangan.

"Tidak terima atas pemberitahuan dari awak kabin, penumpang tersebut tiba-tiba saja mendorong pramugari,” kata VP Corporate Communication Citilink Indonesia Benny S Butarbutar dalam keterangan tertulisnya.

Benny menjelaskan, merasa mendapat perlakukan tidak semestinya, pramugari Citilink kemudian melaporkan kepada kapten pilot yang kemudian segera mengambil tindakan sesuai prosedur operasi standar (SOP).

Dengan menurunkan penumpang tersebut agar penerbangan dapat segera dilanjutkan, mengingat para penumpang lainnya meminta untuk segera terbang.

“Kebijakan menurunkan penumpang memang sudah semestinya jika kapten pilot menilai ada hal yang dapat menganggu jalannya penerbangan. Sedangkan penumpang yang bersangkutan awalnya tidak mau diturunkan, namun akhirnya tetap bisa diturunkan,” katanya.

Didampingi aparat keamanan penerbangan setempat (Avsec), petugas keamanan Gapura serta staf Citilink Indonesia, kedua penumpang yang duduk di kursi 1E dan 1F itu kemudian  turun dari pesawat bersama barang bawaannya dan kapten pilot segera memulai proses penerbangan selanjutnya. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved