Berita HSU

Ternyata Majelis Kai Harum Amuntai Pernah Diprotes, Kades Minta Warga Tidak Anarkistis

Majelis Kai Harum memang diisi dengan mendengarkan ceramah Guru Bakhiet asal Barabai melalui pengeras suara secara bersama sama.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Elpianur Achmad
Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati
Muhammad Asri alias Kai Harum, warga Desa Cempaka Kecamatan Amuntai Selatan, Hulu Sungai Utara (kiri). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kepala Desa Cempaka Kecamatan Amuntai Selatan Linin menegaskan bahwa keberadaan Muhammad Asri atau dikenal sebagai Kai Harum yang ritualnya menjadi sorotan MUI tidak membuat warga geger atau bahkan menimbulkan anarkis.

Linin mengatakan tahun lalu warga memang protes dengan kegiatan majelis, namun bukan karena ajaran atau ritualnya namun karena pengeras suara yang terlalu nyaring hingga mengganggu warga sekitar.

Majelis Kai Harum memang diisi dengan mendengarkan ceramah Guru Bakhiet asal Barabai melalui pengeras suara secara bersama sama. Warga memprotes karena pengeras suara kadang berlangsung hingga mendekati tengah malam.

"Anggota kepolisian juga ikut memediasi dan akhirnya pengeras suara itu diturunkan, sebagian warga yang merasa terganggu karena ceramah yang disampaikan bukan berasal dari Kai Harum sendiri," ujarnya.

Dan Linin berharap dengan adanya perhatian dari MUI dapat segera diketahui apakah majelis Kai Harum sesuai atau tidak dengan ajaran agama Islam.

"Warga juga diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan hal ini kepada MUI dan anggota kepolisian," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved