Breaking News:

Berita Banjarmasin

Berminat Dirikan Klinik? Ikuti Saran Pria Ini

Burhanuddin Hamid Darmadji ajarkan cara menjadi entrepreneur pada sejumlah orang yang berprofesi di bidang kesahatan dan umum.

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
workshop dan seminar Socioentrepreneurship Profesi Kesehatan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (PROKAMI), Sabtu (9/9/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Burhanuddin Hamid Darmadji ajarkan cara menjadi entrepreneur pada sejumlah orang yang berprofesi di bidang kesahatan dan umum.

Ia memberikan materi tersebut pada acara workshop dan seminar Socioentrepreneurship Profesi Kesehatan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (PROKAMI), Sabtu (9/9/2017).

Sebagai Direktur Utama PT Persada IMANI Husada, ia menyampaikan perihal perencanaan pendirian klinik. Dan tatacara pengelolaannya.

Dimana pada pembahasan itu ia mengatakan Dalam penjelasan itu, ada beberapa pokok penting dalam pendirian satu klinik yaitu keuangan, marketing dan sumber daya manusia.

“Dalam pengelolaan klinik dituntut untuk efektif dan efisien, dimulai dari proses study kelayakannya. Itu merupakan kajian apaka klinik itu layak atau tidak disebuah tempat. Ada beberapa spek yang akan dilihat dari study kelayakan itu mulai dari keuangan, marketing dan SDM. Kemudian akan mereka juga akan diajarkan cara membuat perencanaan lima tahun ke depan,” ucap lelaki tersebut pada acara yang digelar di aula Hotel Jelita lantai lima, jalan Ayani KM 2 Banjarmasin.

Selain pemberian bekal, ia juga menjelaskan tentang perencanaan bisnis untuk perancangan satu tahun. Dimana pada rencana kerja itu, pelaku entrepreneur harus memperhatikan system keuangan, pelayanan, SDM dan terknologi yang akan disiapkan.

Selain itu ia mengatakan bagi mereka yang ingin mendirikan klinik tentunya harus menyiapkan mental. Karena menurutnya sebagai seorang entrepreneur harus mengerti konsep high risk, high impact dalam artian resiko tinggi maka dampaknya akan tinggi pula.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved