Berita Banjarbaru
Kekurangan Air Selama Musim Kemarau Begini Nasib Taman Bougenville
Sudah seminggu ini terpantau rumput taman tampak kuning. Beberapa hari air mancur kolam yang ada di taman juga tampak tak beroperasi.
Penulis: Milna Sari | Editor: Elpianur Achmad
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemandangan berbeda terlihat di Taman Bougenville Banjarbaru, Selasa (11/9/2017). Jika biasanya taman yang identik dengan bunga kertas ini tampak hijau dan asri kini rumput gajah yang terhampar di tanah taman tampak kuning.
Sudah seminggu ini terpantau rumput taman tampak kuning. Beberapa hari air mancur kolam yang ada di taman juga tampak tak beroperasi. Air kolam pun menjadi surut dan beberapa waktu lalu sempat kering dan kotor.
Hamparan rumput hijau di bukit-bukit taman biasanya juga dijadikan tempat bagi pengunjung untuk berfoto dan beristirahat lesehan dan makan-makan menajdi kuning dan tandus.
Sementara Kasi Pertamanan Disperkim Kota Banjarbaru, Jainah Muchran mengatakan di musim kemarau kini sulit bagi petugas untuk menyiram rumput di taman. Air sungai yang juga menjadi surut membuat sementara air untuk penyiraman lebih banyak dialihkan ke pohon, semak dan kembang.
Musim kemarau kini pohon saja dalam dua jam sudah kering setelah disiram. Oleh karenanya air untuk menyiram lebih banyak diberikan untuk pohon penghijauan.
"Saat ini kami memang sedang fokus ke penyiraman tanaman karena panas terik membuat pohon cepat kekeringan," ujarnya.
Berbeda dengan siraman air hujan, siraman dari mobil tangki penyiraman ungkapnya takkan semerata air hujan. Selain itu di saat kemarau pihaknya lebih mendahulukan pohon besar untuk disiram dibanding rerumputan.
"Terpaksa rumput yang bekalah," ujarnya.
Langkah penyiraman petugas juga masih terkendala panjang selang, jarak tempuh mengambil air di sungai, dan pohon lebih tinggi akan lebih mudah disiram dari pada rerumputan. "Kami sudah berputar-putar menyiram tanaman dari Banjarbaru sampai Ke Landasan Ulin bahkan sampai malam, karena kita lakukan penyiraman dua kali dalam sehari," ujarnya.
Akibatnya saat ini air mancur di Taman Bougenville masih tersendat untuk perawatan karena petugas sedang fokus untuk penyiraman tanaman. Air mancur Taman Bougenville sendiri ungkap Jainah saat ini sedang rusak karena bocor di bagian bawahnya.
Oleh karena itu air dalam kolam perlahan mengering. Sementara kini air dalam kolam diusahakan untuk tetap ada karena untuk menjaga agar ikan di dalam kolam tidak mati. "Sambil kami mencari solusi menambal kolam air mancur," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/taman-bougenville_20170911_192709.jpg)